Tokoh Budaya Dion Angkat Gitar Menggebrak KPU Bantaeng

Musik pengiring Refleksi KPU Bantaeng.
KOMPLEN hadir menggebrak KPU Bantaeng pada Ngopi Bareng Akhir Tahun 2020 (29/12/20).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Kelompok musik yang digawangi Dion alias Bahruddin menggebrak Kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Bantaeng yang berlokasi di Jalan Andi Mannappiang, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng pada Selasa malam (29/12/20).

Tiga kawannya mendampingi Dion saat manggung di tengah acara Ngobrol Politik dan Demokrasi, Bersama Merefleksi Engagement. Adalah bagian dari kegiatan Sosialisasi Kelembagaan Tahun 2020 bertemakan “Ngopi Bareng Akhir Tahun 2020”.

Suasana riuh menggemuruh gegara penampilan Dion dengan petikan gitarnya, bahkan terkesan cukup menghentak gendang telinga. Mengingat luas ruangan Aula Husni Kamil Manik yang jadi pusat acara tidaklah begitu luas.

“Kenyataan harus dikabarkan kata lagu di angkat puisi seorang Rendra dalam Kantata Taqwa”, kata Dion yang juga CEO KOMPLEN (Pakampong Tulen) sesuai nama bandnya.

Tiga buah lagu dibawakan KOMPLEN, yakni lagu dari Umbu Landu Paranggi dengan judul Apa Ada Angin di Jakarta. Lanjut lagu kedua, Kesaksian dari Kantata Taqwa dan yang ketiga dari Iwan Fals bertajuk Surat Buat Wakil Rakyat.

Read:  4 Kadis Hadiri Bincang Buku Relasi, Bupati Bantaeng: Kita "Stroom" Saja

Dion menegaskan jika pihaknya ingin menyampaikan kepada publik bahwa politik itu sesungguhnya tidaklah seruwet dibayangkan di atas kertas. Hanya saja, penting memberikan pendidikan politik kepada semua lini masyarakat calon pemilih agar Pemilihan Umum (Pemilu) ke depan makin berkualitas.

“Setidaknya pembelajaran politik itu lebih pada generasi untuk tidak alergi politik dan menganggap arena politik itu terlalu ekstrim dan tidak relevan dengan keadaan sesungguhnya”, tegasnya.

Lanjut dikatakan Dion, sang Tokoh Budaya di Bantaeng, jangan lupakan seni dan budaya. Pendidikan politik dapat diselaraskan dengan kearifan lokal melalui pesan-pesan seni dan budaya.

Read:  KPU Bantaeng Bincangkan Buku Para Relasi

Pada akhirnya, keinginan KPU untuk melibatkan semua pihak dapat terwujud. Bahkan nantinya akan lahir kepekaan dan kepedulian dari bawah untuk ikut membantu proses sosialisasi KPU terhadap pendidikan politik kepada pemilih. (*)