Tari Akkarena Dari Bantaeng Pukau Ribuan Anak di Fort Rotterdam

Penutupan FAN 2019.
Lumpa’-lumpa’ gatta, salah satu permainan rakyat ditampilkan pada Tari Akkarena (22/07/19).

AMBAE.co.id – Makassar. Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam sentak riuh dengan sorakan penonton saat puluhan anak dari Kabupaten Bantaeng menampilkan Tari Akkarena di atas panggung berukuran sekitar 3×10 meter, Senin malam (22/07/19).

Mereka adalah penampil pertama dalam rangkaian Penutupan Forum Anak Nasional (FAN) Tahun 2019 yang dipusatkan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) sejak tanggal 19 Juli 2019.

Read:  Perda KTR Selayar Minimalkan Dampak Buruk Asap Rokok Bagi Anak

Penonton sendiri didominasi anak dari 514 Kabupaten/Kota dan 34 Provinsi di Indonesia. Tak lain adalah perwakilan Forum Anak Daerah serta Forum Anak Nasional yang hadir di Makassar hingga perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 di Lapangan Karebosi, Rabu besok, 23 Juli 2019.

Tari Akkarena yang ditampilkan oleh Sanggar Pakarena Art Bantaeng, didalamnya memuat beberapa permainan rakyat diantaranya a’jangang-jangang, dende-dende, lumpa’-lumpa’ gatta, a’bekele’, pus dengnge’, cincing banca’, tingko’-tingko’, lojo’-lojo’, tumbu’-tumbu’ lango, asing-asing dan kai’-kaindong.

“Tari Akkarena ini melibatkan anak Bantaeng seluruhnya baik penari maupun pemusik. Kita berharap ini mengingatkan kita akan perlunya memainkan kembali permainan tradisional pada anak kita di era sekarang”, jelas Ramlah selaku Kasi Perlindungan Anak dan Tumbuh Kembang Anak (PATKA) pada Dinas PMDPPPA Kabupaten Bantaeng.

Lanjut dikatakan bahwa permainan dimaksud sering dimainkan di tahun 90-an oleh anak-anan SulSel khususnya Bantaeng. Kini semakin tergerus zaman dengan semakin berkembangnya teknologi.

Read:  Persit KCK Dim 1410 Bantaeng Bersih-bersih Selokan