Seorang Hero Perang Duduki Kursi Tertua JCH Bantaeng

JCH Tertua Bantaeng.
JCH menaiki bus yang akan digunakan menuju titik berikutnya di Makassar.

Amiruddin menambahkan bahwa untuk mengantisipasi JCH tersesat atau lazim dikatakan hilang selama berada di Saudi Arabia, dia menghimbau agar jama’ah senantiasa mentaati peraturan dan ketentuan yang sudah ditentukan Pemerintah.

“Insya Allah kalau peraturan ditaati jama’ah, maka tidak akan ada yang tersesat, minimal akan mengurangi resiko hilangnya jama’ah dari rombongan”, ujar dia.

Sementara untuk pencegahan dipaparkan bahwa seluruh Petugas Haji dibekali pengetahuan untuk menangani kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

Read:  Bantaeng Run 10 K 2019, Benarkah Jabir Lebih Hebat dari Thomas?

Termasuk memanfaatkan sosial media berupa WhatsApp (WA) Group sebagai ruang informasi efektif untuk mengontrol segala aktifitas berhaji bagi masing-masing Kloter dan juga rombongan.

“Kita siapkan grup WA untuk Kloter 22. Kalau ada yang tersesat misalnya, termasuk dari Kloter lain, akan kita foto dan teruskan informasinya ke grup WA khusus Petugas Haji”, bebernya.

Selain itu kata dia, TPHI telah disiagakan Pemerintah Republik Indonesia di seluruh titik di Saudi Arabia. Dia memastikan JCH akan sering bertemu dengan TPHI maupun TKHI selama berada di Tanah Haram. (*)