Penulis Jalanan atau Menulis di Jalan, Pesan Muhlis “Budayakanlah”

Aktifitas Menulis.
Screenshoot Akun Facebook Muhlis Majid.

Selain menulis, Muhlis menjelaskan pentingnya membaca. Dengan membaca kata dia, banyak ilmu dan pengetahuan bisa diserap sebagai bahan menulis berikutnya.

“Jadi Penulis bukan berarti tidak lagi membaca. Bagi Saya syarat utama seseorang disebut Penulis karena dia adalah Pembaca yang baik, makanya semua orang bisa jadi Penulis”, pungkasnya.

Sebagai Penulis, apalagi karena tuntutan profesi jelasnya kalau menulis itu penting. Jauh melampaui kepentingan lainnya, itu muncul menurutnya karena ada deadline atau batas waktu karya tulisan harus masuk dan dipublish di meja Redaksi media tempatnya mengadu nasib.

Read:  Jurnalis Bantaeng Sadur Ilmu Lewat Pelatihan BaKTI Regional SulSel

Alasan lain diterangkan Muhlis bahwa menulis dan membaca sudah menjadi kebiasaan atau hobi baginya. Meski suatu ketika dia tidak lagi bekerja sebagai wartawan bukan berarti aktifitas menulis serta merta ditinggalkannya.

Di akhir penuturannya kepada AMBAE, di menitip pesan bagi seluruh umat Islam yang menunaikan ibadah Puasa Ramadhan 1440 H agar membiasakan menulis baik menjelang Berbuka Puasa maupun waktu-waktu lainnya. Disamping itu juga membudayakan membaca, salah satunya membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an di setiap selesai melaksanakan Shalat. (*)