Hakikat PALADANG SD Inpres Panaikang II/1 Bukan Hanya Inovasi, Inilah Wujud Keluarga

 

Inovasi PALADANG SD Inpres Panaikang II/1.
Kepala UPT SPF SD Inpres Panaikang II/1 (kiri) bersama guru memaksimalkan inovasi PALADANG (14/07/22).

AMBAE.co.idMakassar. Sekolah sebagai lembaga publik dituntut untuk berorientasi pada pelayanan dan kepentingan terbaik anak atau siswa maupun siswi. Dengan begitu, dinamika dan persoalan sekolah direspons secara proaktif, proporsional, prosedural, produktif, dan solutif.

Tentu saja, tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan setiap persoalan. Bilamana sudah ditangani secara tatap muka dengan penjelasan yang memadai dan dapat dipahami.

Alasan ini menjadi dasar bagi pihak SD Inpres Panaikang II/1 menerapkan program PALADANG. PALADANG, akronim dari Pengelolaan Layanan Administrasi dan Konsultasi Terintegrasi.

PALADANG dalam bahasa Makassar, berarti teras, yakni bidang atau lantai yang agak tinggi di depan rumah/bangunan. Kerap dijadikan area strategis bagi tuan rumah menjamu tamu untuk segala urusan, lebih nyaman ketimbang di ruang tamu itu sendiri.

Kepala UPT SPF SD Inpres Panaikang II/1, Bakhtiar pada Kamis, 14 Juli 2022 memperlihatkan satu model pelayanan yang mudah, ramah dan bersahabat. Demikian halnya para guru, juga menerapkan konsep pelayanan yang sama.

Tepatnya di sekolah yang berada di wilayah Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Dimana berlangsung proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara daring sejak Juni hingga Juli 2022.

Read:  Nurdin Abdullah Panen Udang Sitto: Jangan Pindah ke Vaname

Tak hanya menerima dan memberikan pelayanan kepada orang tua yang mendaftarkan anaknya. Pihak sekolah melayani orang tua yang akan memindahkan anaknya bersekolah dari daerah ke sekolah itu dan pelayanan bagi alumni yang meminta surat keterangan untuk mendaftar sebagai anggota TNI.

SD Inpres Panaikang II/1 sudah menerapkan pelayanan terbuka bagi siswa, orang tua, rekanan/mitra maupun saat ada kunjungan dari instansi. Jauh sebelum inovasi berlabel PALADANG dijalankan sebagai sebuah konsep layanan publik.

Melengkapi inovasi layanan publik itu, disiapkan teras dengan kanopi seukuran 4×6 meter. Merupakan ruang terbuka, dari situ langsung bisa memandang ke halaman luas dan hijau, dua pohon jambu air berdiri di depannya menjadi ikon yang khas.

Di tempat itulah, berproses aktivitas bersama para guru. Diantaranya bekerja, membuat laporan, rapat, hingga dijadikan ruang berkumpul saat istirahat.

Tempat itu dimanfaatkan pula untuk menerima tamu bagi para rekanan/mitra dan instansi/dinas. Jadi tempat layanan administrasi dan konsultasi bagi orang tua siswa/siswa.

Read:  Kali Keenam DisBudPar SulSel Fasilitasi Penuh LCCM Nasional

Bahkan untuk mendukung percepatan penanganan COVID-19. Pandemi COVID-19 yang masih belum berakhir ini, PALADANG dengan area teras-nya itu difungsikan untuk pelayanan vaksinasi.

Konsep PALADANG rupanya menorehkan banyak manfaat, satu diantaranya, terbangun komunikasi dan interaksi yang cair dan hangat, serta kian eratnya keakraban antara kepala sekolah dengan guru, juga antara para guru. Hal itu mengemuka saat diskusi Kepala Sekolah dengan Rusdin Tompo, Pegiat Literasi kawakan, khususnya di Sulawesi Selatan.

Melalui pemusatan aktivitas di teras tersebut, PALADANG ditujujan sebagai pusat informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholder). Menyelengarakan layanan yang cepat, ramah dan terselesaikan kepada orang tua siswa, siswa dan rekanan/mitra.

Meningkatkan kinerja layanan administrasi dan konsultasi bagi yang membutuhkan. Membangun komunikasi dan interaksi yang akrab antara kepala sekolah dengan guru, dan di antara guru itu sendiri.

Disamping untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas layanan sekolah. Sebagaimana harapan dari lembaga publik itu untuk menyebarkan dan membangun image yang baik, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan semakin meningkat dan tetap terjaga.

“PALADANG ini jadi semacam ruang keluarga bagi kami di SD Inpres Panaikang II/1,” ungkap Kepala Sekolah.

Dimaklumi jika ruang yang dinaungi 2 pohon jambu air itu dijadikan sebagai tempat bekerja para guru, maupun pusat informasi, dan ruang layanan administrasi, serta tempat konsultasi. Mulai dari penyusunan program, pembuatan laporan, rapat informal, menerima orang tua siswa dan rekanan/mitra, hingga kegiatan vaksinasi Covid-19.

Read:  Kapolri Listyo Sigit Prabowo Dukung Program Pendidikan dan Kesmas

Dengan bekerja di sini, berarti tidak butuh pendingin udara (air conditioner). Pandangan mereka yang bekerja juga luas dan langsung bisa melihat tamu yang datang.

Begitu orang/tamu datang, bisa melihat guru yang tengah duduk, lalu menyampaikan apa yang menjadi keperluannya. Sebaliknya, guru yang tengah duduk langsung bisa berinteraksi dengan orang/tamu yang datang untuk memberikan informasi atau layanan administrasi dan konsultasi.

Semua dilayani di PALADANG, hanya persoalan yang penting dan butuh privasi tertentu saja, yang diajak ke ruang kepala sekolah. Sehingga, PALADANG punya multifungsi dan banyak manfaat, bagi sekolah, guru, orang tua, siswa, dan masyarakat. (*)