Penulis Jalanan atau Menulis di Jalan, Pesan Muhlis “Budayakanlah”

Aktifitas Menulis.
Muhlis Majid (pertama di kiri depan) bersama rekan seprofesinya.

Bersama rekan seprofesinya dari berbagai media yang bercokol di daerah berjuluk Butta Toa (Tanah Tua) ini, Muhlis terlihat asyik menunggu beduk berbuka puasa dengan untaian kata demi kata mengisi halaman Note ponselnya.

Bahkan sempat menuliskan sebuah status di akun Facebook miliknya (Muhlis Majid), disertai sebuah foto yang dijepret sekitar pukul 17:30 Wita di hari yang sama.

“Ngabuburit bersama rekan jurnalis di lapangan Pantai Seruni Bantaeng”, tulis Muhlis.

AMBAE kemudian mengkonfirmasi lebih lanjut mengenai kebiasaan Muhlis sebagai seorang penulis, Senin (20/05/19). Dikatakan bahwa menulis itu membuat pikirannya terus bekerja.

“Jangan berpikir dulu baru menulis, tapi menulislah sambil berpikir. Tinggal kita cari angel (sudut pandang) yang bisa kita ulas agar tulisan kita menarik, unik dan bernilai jual”, ujarnya.

Lanjut dikatakan menulis selama bulan suci Ramadhan kurang lebih sama dengan diluar Ramadhan. Malah lebih banyak target tulisan yang bisa diulas, terutama yang berhubungan dengan Ramadhan itu sendiri.

Read:  Ketua PKK SulSel: Kita Juga Bagi-bagi Masker di Sejumlah Pasar