
Tiba ketika si penjual sudah tua renta, datanglah si anak dan membawanya menuju Tanah Suci Mekah Al-Mukarramah untuk menunaikan Haji Plus. Dibiayai seluruhnya untuk penjual itu bersama isteri dan anaknya.
“Saya sudah berjanji bahwa nanti setelah cukup sukses dan bermanfaat bagi masyarakat barulah Saya datang untuk membalas jasa Bapak bersama Isteri Bapak dan anak Bapak”, kata si yatim piatu.
Anak yang dulunya hidup serba kesusahan itu telah menjadi pengusaha sukses dan terkenal. Sejak lama menganggap sang penjual sebagai Bapaknya sendiri, isteri sang penjual sebagai Ibunya dan anak sang penjual sebagai saudara kandungnya.
Demikian halnya sang penjual di masa masih sering membantu si yatim piatu telah menganggap anak tersebut sebagai anak kandungnya dan keluarganya.
Ustadz Arifuddin lalu menegaskan bahwa disitulah letak keutamaan bersedekah. Di dunia pun, Allah Swt akan menunjukkan faedahnya dan hasilnya apalagi kata dia di akhirat nanti.
Sungguh kata Ayah dari anak-anak penghafal Al-Qur’an yang bermukim di Dusun Lumpangang, Desa Lumpangang, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng itu, sedekah jangan dianggap remeh dan diabaikan karena dengan bersedekah kita dapat membersihkan harta kita. (*)
