CEO Komplen Bernyanyi di Sosmed Gegara Terusir di Kampung Sendiri

Lapak Pakampong Store.
Pakampong Store adalah gerai penjualan milik KOMPLEN Bantaeng.

AMBAE.co.id – Bantaeng. Nasib naas menimpa Komunitas Pakampong Tulen (KOMPLEN), tak lain adalah sanggar seni dan budaya yang bermarkas di Lingkungan Lembang-lembang, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.

Selasa malam (07/05/19), Bahruddin alias Dion selaku CEO KOMPLEN bersama rekannya terusir dari halaman depan Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng di Jalan Elang, Kelurahan Pallantikang. Sekira 1 Kilometer dari kediamannya yang menjadi markas KOMPLEN.

“Kayaknya kami Mulai terusik dan terusir di kampung sendiri, dengan nada tidak elok di suruh pindah tempat, dari sebuah hal yang setidaknya menjadwal lebih awal. Kemana lagi Pakampong Store membuat agenda hidup sesuai kebutuhan”, tulis Dion melalui akun Facebooknya, Selasa (07/05/19), pukul 21:11 Wita.

Tak lama berselang, lapak yang ditempati “Pakampong Store” (nama gerai milik KOMPLEN) harus dibongkarnya karena telah mendapat teguran yang berujung harus hengkang dari tempat awal. Pakampong Store dianggap telah menghalangi lapak lain di belakangnya, padahal menurut Dion pihaknya lebih awal menempati lapak.

Read:  Puluhan ASN Dilantik Gubernur SulSel, 2 Orang Isi Jabatan Kadis

Jika pun dianggap demikian, Dion berharap pengelola kegiatan yang mirip pasar malam di bulan Ramadhan itu alangkah bijaksananya jika melakukan komunikasi yang baik bukan dengan cara-cara tidak mengenakkan di mata kru Pakampong Store.

“Kitapun mengalah, biar lebih menjadi tolak ukur untuk sebuah kebijakan. Rezki adalah bagian dari doa dan cara Tuhan menguji. Maafkan kami jika salah. Namun setidaknya butuh lebih di komunikasikan dengan baik. Lalu kami tidak harus bertahan pada sebuah kekuatan besar. Dan kami paham sejauh yang kami coba maklumkan. Jauh. sebelumnya harus terjadwal secara profesional, dan secara management. Bukan sekedar menempatkan sekedar. Pulanglah ke huma sejati. Seperti cara melati mekar tanpa harus memaksakan diri. Tetapi wanginya abadi”, lanjut ditulis Dion dengan gaya bahasanya sebagai seorang budayawan.

Kepada AMBAE, Dion mengaku kecewa dan memilih mengalah ketimbang harus melawan karena baginya rezeki sudah diatur sedemikian rupa. Semua telah ditentukan Allah Swt, apalagi ini bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah, kata Dion harus lebih sabar dan tabah.

Read:  Durasi Singkat, KOMPLEN Sisakan Rindu pada Diskusi Kampung Budaya Ketiga

Mirisnya lagi pembongkaran lapak miliknya mau tidak mau harus dilakukan di tengah malam hingga Rabu dini hari (08/05/19) menjelang saat makan sahur untuk hari ketiga puasa Ramadhan 1440 H.

Sembari membongkar, tutur Dion hujan tiada henti mengguyur sekitar lokasi pembongkaran. Hampir setengah barang dagangan yang didominasi pakaian akhirnya basah, demikian halnya fasilitas lapak.

Read:  Fase Kedua di Bantaeng KOMPAK Perkuat Koordinasi dan DAP

Termasuk perangkat atau alat musik yang tadinya digunakan Anggota KOMPLEN mempersembahkan nyanyian dan beragam kreasi seni di lapak Pakampong Store.

“Entahlah..yang jelas seharusnya mereka profesional kk…tidak langsung ambik alasan kami menghalangi”, tutupnya. (*)