4 Kadis Hadiri Bincang Buku Relasi, Bupati Bantaeng: Kita “Stroom” Saja

Dari Relasi ke Literasi.
Bupati Bantaeng (batik cokelat-hitam di tengah) foto bersama Relawan Demokrasi usai Bincang Buku Dari Relasi ke Literasi (25/12/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Ada yang menarik dari kegiatan Bincang Buku “Dari Relasi ke Literasi” yang dilaksanakan Relawan Demokrasi (Relasi) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng di Pelataran Sekretariat Bonthain Institute di Kompleks Stadion Mini Lamalaka Bantaeng pada Rabu malam (25/12/19).

Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin yang berbicara di hadapan para pegiat literasi menekankan bahwa dirinya sangat “care (peduli)” dengan gerakan literasi yang terus menggiat di Kabupaten Bantaeng. Dimana lebih banyak disuarakan dan digerakkan komunitas ataupun perseorangan melalui gerakan baca, tulis dan literasi lainnya.

Dia pun menyayangkan jika birokrat atau jajaran aparat Pemerintah terkesan masih jalan alakadarnya. Sementara dia bersama H Sahabuddin selaku Wakil Bupati Bantaeng sangat antusias, bahkan ikut terjun menjadi bagian dari gerakan yang sejalan dengan Visi Misinya untuk Periode 5 tahun.

“Birokrasi hari ini kita harapkan bercermin pada komunitas atau person-person. Ini Saya harapkan bisa diperhatikan, kalau sudah kita kasi ruang tapi masih begitu, kita stroom (setrum) saja”, tegasnya.

Aparat Pemerintah dia harapkan hadir untuk mendengar, menyimak sekaligus memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) masuk memfasilitasi ataupun memberinya ruang yang lebih luas. Namun kata Ilham, harus muncul dari sebuah kesadaran.

“Saya harap itu, teman-teman duduk bersama kita disini menjadi rangsangan. Bukan lagi saatnya struktur Pemerintah hadir ke masyarakat dengan pendekatan instruktif, kalau masih konvensional birokrasi, keteteran kita”, ujarnya.

Doktor Ilmu Pemerintahan itu membeberkan upayanya menghadirkan OPD ke acara tersebut. Tampak mengikuti seluruh rangkaian acara hingga sekitar pukul 23:07 Wita, 4 Kepala Dinas (Kadis) yakni Kadispora, Muhammad Haris, Kadinkes, Andi Ihsan, Kadis Kominfo, Statistik dan Persandian, Syahrul Bayan dan Kadispar, H Subhan.

Read:  Sumpah Pemuda Gaya Baru Versi Kemah Buku Kebangsaan Jilid III

Terlihat pula Asisten III Setda, Asruddin, Kepala Kantor Kesbangpol, Faisal, Kabag Kesra Setda, Syamsul dan Sekretaris Dishub, Muhammad Nur Alam. Disamping itu hadir Ketua KPU, Hamzar, Ketua Bawaslu, Muhammad Saleh serta Direktur Bonthain Institute, Rahman Ramlan sebagai tuan rumah lokasi dihelatnya Bincang Buku.

Beberapa saat sebelumnya, Ilham menghadiri beberapa kegiatan di Bantaeng. Lalu mengajak jajarannya dengan dalih sekedar Ngopi di sekitar Lamalaka.

“Saya katakan pada teman-teman, Ayo kita ngopi di Lamalaka. Pendekatan seperti itulah yang Saya harapkan, sesuatu yang bergerak cepat”, tandasnya.

Meski hanya segelintir Pimpinan OPD yang turut bersamanya, tak mengubah semangat Bupati Bantaeng berbagi inspirasi bersama 2 Narasumber lainnya yakni Mantan Komisioner KPU Kabupaten Bantaeng Periode 2008-2013 dan 2013/2018, Andi Harianto serta Sulhan Yusuf selaku CEO Bonthain Institute.

Read:  Gaya "Sulengka" Ilham Azikin di Moment Maulid Rasulullah SAW Bikin Dekat Warganya

Anto mengapresiasi kepedulian sang Bupati yang terbilang masih muda itu untuk hadir di berbagai kegiatan yang bersentuhan dengan gerakan literasi. Demikian halnya Sul yang meyakini semangat Ilham Azikin begitu menggelora ats hadirnya malam itu.

“Jadi tadinya itu 55 Relasi, 1 diantaranya teman kita meninggal dunia. Berarti tinggal 54 dan hanya 45 yang menjadi Penulis Buku ini”, ungkapnya.

Sul mencoba menggambarkan bagaimana perjuangan Relasi dan pegiat literasi yang pada dasarnya hanya berbekal semangat. Dia bahkan dengan lantang berucap “Kalau mereka punya 10 alasan untuk tidak menulis, Saya punya 11 alasan untuk mengajaknya menulis”.

Read:  74 Tahun Indonesia Merdeka, Muhlis Masih Lewati Jembatan 1 Meter Saat Mudik

Sementara itu, Mahbub Ali Muhyar selaku Kasubag Hukum KPU Bantaeng tampil di jeda waktu, membacakan puisi bertajuk “Jalan Sunyi”, karya Emha Ainun Nadjib. Penuh penghayatan berkolaborasi Bahruddin (Dion) dalam lantunan vocal dan instrumen gitarnya, berhasil memukau penonton yang makin larut dengan seruput kopi gratis dari pihak pelaksana kegiatan.

“Kalau memang tak bisa engkau temukan wilayahku, biarlah aku yang terus berusaha mengetuk pintu rumahmu. Kalau memang tak sedia engkau menatap wajahku, biarlah para kekasih rahasia Allah yang mengusap-usap kepalaku”, ucap Mahbub yang akrab disapa Mas.

Bincang malam itu ditutup foto bersama. Namun masih saja memberi waktu panjang bagi sang Bupati dan seluruh tetamu berbincang hingga Kamis dini hari, 26 Desember 2019.

Penting diketahui jika kegiatan itu terbuka untuk umum. Seperti disampaikan Hamzar dan Rahman Ramlan melalui group WhatsApp maupun Facebook sekitar 24 jam sebelumnya. (*)