Tampil di Milad 68 UMI, Menteri Sandi Uno Apresiasi KKN Tematik Desa Wisata

 

Milad 68 UMI.
Kadisbudpar Sulsel (kanan depan) menyimak orasi ilmiah daring dari Sandiaga Salahuddin Uno pada perayaan Milad ke-68 UMI (23/06/22).

AMBAE.co.idMakassar. Meski relatif lebih muda dibanding Indonesia, usia Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang didirikan sejak 23 Juni 1954 tampaknya telah matang dan benar-benar dewasa. Diusia 68 tahun yang dirayakan dengan Milad di Kampus UMI, Kamis, 23 Juni 2022, sejumlah prestasi yang telah ditorehkan menggema saat dibacakan Rektor UMI, Prof Basri Modding, Wakil Rektor V Bidang Kerjasama dan Promosi UMI, Prof Hatta Patta, maupun tamu undangan yang juga diberi kesempatan berbicara.

Satu diantaranya terkait desa wisata, UMI berhasil mengawali program gagasan kreatif dan inovatif dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Disbudpar Sulsel) yang diberi label Kuliah Kerja Nyata Temarik Desa Wisata (KKNTDW). UMI menjadi yang pertama yang merealisasikan program kemitraan itu, dari puluhan perguruan tinggi yang sudah mengikat kerja sama dengan penggagas program.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) yang juga sekaligus Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang luar biasa kepada jajaran UMI atas kolaboratifnya program itu berjalan hingga peserta KKNTDW telah ditarik kembali. Lokus (Lokasi Fokus) program itu di Kabupaten Bantaeng, UMI menerjunkan sekira 468 orang dari total 500 mahasiswa ber-KKN, sisanya ditempatkan di stakeholder terkait yang ada di wilayah provinsi.

“Semoga dengan kegiatan yang dirangkaikan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Wisata kemitraan UMI dan Diknas Kebudayaan (red: Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Bantaeng ini dapat menjadi pemantik,” kata Menparekraf yang kerap disapa Mas Menteri Sandi Uno.

Dalam program tersebut, kedua pihak sepakat mengembangkan desa wisata menjadi lebih siap menerima kunjungan wisatawan. Adapun sasarannya, menyentuh 7 aspek yang menjadi kriteria penilaian Anugerah Desa Wisata (ADWI).

Read:  some Quick Procedure for Fix Avast

ADWI sendiri menjadi program beriringan yang dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf RI dalam rangka memberi penyemangat terhadap Pengelola Desa Wisata, baik Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) maupun BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), dan/atau Koperasi, maupun Pemerintah secara berjenjang serta pemangku kepentingan kepariwisataan untuk lebih peduli mengembangkan desa wisata.

Sementara desa wisata sendiri, oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI, telah disiapkan satu database melalui aplikasi Jadesta (Jejaring Desa Wisata) yang berbasis web. Kedepan akan menjadi rujukan utama dalam penyerapan anggaran dan kebijakan kepada desa wisata dan juga desa yang dikerjasamakan dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI.

“Selain itu, Saya juga mengapresiasi Universitas Muslim Indonesia dan Dinas Kebudayaan (dan) Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan karena telah mengangkat desa wisata melalui program KKN Tematik Desa Wisata. Hal ini juga sejalan dengan pengembangan desa wisata yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” tuturnya yang dimandat memberikan orasi ilmiah secara daring.

Desa wisata kata Mas Sandi Uno memiliki potensi sebagai destinasi wisata berbasis komunitas. Juga kental dengan kearifan lokal dan berlandaskan kreatifitas yang mengusung prinsip berkelanjutan.

“Indonesia dengan potensi desa wisata yang begitu besar, kita semua dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk turut mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sehingga dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya,” kunci Sandi.

Milad 68 UMI yang dihelat di Jalan Urip Sumoharjo Km 5, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar itu juga dihadiri Kepala LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah IX Sultan Batara (Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara), Andi Lukman, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Bupati dan Walikota, serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri/Perguruan Tinggi Swasta (PTN/PTS), dan Lembaga Perbankan. Sedangkan ratusan tamu lainnya hadir daring, menyimak melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.

Read:  Dicatat pada Calendar of Events National 2020, Festival Salo Karajae Bakal Bergulir Meriah

Tampak pula Kadisbudpar Sulsel, Prof Jufri. Dia terlihat ceria mendapat apresiasi dari berbagai pihak, baik Mas Menteri, Gubernur Sulsel, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Rektor UMI hingga tetamu lainnya. Jufri mengaku bangga karena program gagasannya diterima, dijalankan, bahkan mendapat ruang dan sinyalemen kuat untuk berkiprah ke lingkup lebih luas hingga nasional sebagai program kemitraan yang memegang prinsip inovatif, kolaboratif, dan adaptif.

“Alhamdulillah bisa mewujudkan harapan-harapan yang selama ini menjadi pertanyaan besar Saya. Seperti apa itu bentuk kolaborasi dan sinergitas pentaheliks pariwisata. KKN Tematik Desa Wisata ini rupanya betul-betul membawa unsur tourism pentahelix melebur ke dalam kepedulian dan kepekaan yang sama untuk membangkitkan pariwisata melalui pengembangan desa wisata,” jelas Jufri.

Khususnya dua unsur tourism pentahelix dapat melebur bersama yakni Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) yang dipercayakan tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawabnya kepada Disbudpar Sulsel dan akademisi. Yang mana untuk kali pertama, diwakilkan UMI sebagai PTS unggulan di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Beberapa PTN dan juga PTS di Makassar dan daerah sudah terjalin kerja sama ya, apalagi sudah terakomodir di LLDIKTI, khususnya untuk Perguruan Tinggi Swasta. Menyusul nanti perguruan tinggi yang lain akan menerjunkan ribuan mahasiswa ke desa wisata yang telah disepakati lokasinya, ini supaya tidak tumpang tindih, tapi terarah, terstruktur, dan tepat sasaran, tepat guna, tepat manfaat,” pungkasnya.

Prof Jufri juga menekankan, pengembangan desa wisata, mungkin saja tidak akan terlihat begitu cepat hasilnya, terlebih untuk KKNTDW. Program-program yang saling terintegrasi ini kata pria berlatar belakang pendidikan Psikologi itu, menitikberatkan pada peningkatan kualitas dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pengelola Desa Wisata, masyarakat kita, semua pihak yang terkait seperti Pelaku UMKM, semua itu perlu kita upgrade skill dan keterampilannya. Lalu seperti apa dan bagaimana pelayanannya selama ini, adik-adik mahasiswa ini akan masuk memberi penguatan sesuai keilmuan yang mereka miliki,” terang dia.

Mahasiswa Teknik Mesin, targetnya kepada penciptaan tenaga listrik, lalu jurusan Arsitektur akan memberi bekal kepada pemuda dan pemudi untuk membuat grand design destinasi. Belum lagi kata dia, mahasiswa dengan kompetensi kesusastraan, bisa membagi ilmu dan pengetahuannya untuk menguatkan narasi bahan promosi pariwisata.

Read:  Tingkatkan Kunjungan ke Museum, Disbudpar dan Cabang Disdik Sulsel Wilayah VII Tandatangani MoA

Seperti halnya tetamu lainnya, Jufri tak lupa mengucapkan terima kasih atas pelibatan mahasiswa UMI dalam program KKNTDW. Disampaikan pula selamat ulang tahun ataupun Milad ke-68 kepada UMI, dengan harapan masih banyak program kerja sama yang bisa dikolaborasikan kedua pihak di maktu yang berbeda sejak kini. (*)