Penghuni Disbudpar Sulsel Turun Gunung Ramaikan Benteng Fort Rotterdam

 

Event Senam Disbudpar Sulsel di Benteng Fort Rotterdam.
Jajaran Disbudpar Sulsel usai melaksanakan senam di Benteng Fort Rotterdam (05/11/21).

AMBAE.co.idMakassar. Pada akhirnya jajaran Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Disbudpar Sulsel) bertemu serentak dalam satu momen bahagia. Penuh semangat, baik yang berstatus ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun Non ASN berkumpul di Benteng Fort Rotterdam pada Jum’at pagi (05/11/21).

Tak terkecuali mereka yang disinyalir jarang mengunjungi Gedung Mulo sebagai basecamp Disbudpar Sulsel karena sibuk dengan rutinitasnya. Benteng Fort Rotterdam sendiri merupakan lokasi di mana UPT (Unit Pelaksana Teknis) Museum dan Taman Budaya berkantor.

“Luar biasa pak Kadis, pak Prof Jufri, semua pegawai Budpar (Disbudpar Sulsel) turun gunung. Kelihatan semua orangnya, yang pasti senang, apalagi salah satu UPT-nya cukup jauh di Benteng Somba Opu sana, ternyata kita bisa saling bertemu di waktu yang sama,” ujar seorang diantaranya kepada AMBAE, yang juga hadir di Benteng Fort Rotterdam.

Setelah sekian lama, Benteng Fort Rotterdam dapat ditempati pelaksanaan senam. Sebelumnya tidak pernah, Jufri mencatatkan sejarah baru utamanya bagi UPT Museum dan Taman Budaya, seperti disampaikan salah seorang yang minta tidak disebutkan namanya.

Senada disampaikan Pandam Saringat yang diserahi jabatan Kepala Seksi Koleksi, Konservasi, dan Reparasi UPT Museum dan Taman Budaya sejak November 2020. Satu hal menarik bagi dia, museum akan dapat lebih dikenal bilamana semakin banyak kegiatan seperti ini diadakan di Benteng Fort Rotterdam, sedangkan untuk Disbudpar Sulsel dapat saling mengenal satu dengan lainnya yang mungkin nama saja belum tentu diketahui semua jajaran.

“Barusan ada Kadis bisa berbaur dan bangun kebersamaan seperti ini. Setahu Saya, ini baru pertama kali senam seperti ini dilakukan di sini, luar biasa Saya kira. Mudah-mudahan ini mampu menjawab tantangan untuk membangkitkan pariwisata kita yang menurun karena Pandemi COVID-19,” kata Pandam.

Pagi itu, semuanya memenuhi instruksi Kepala Disbudpar Sulsel, Muhammad Jufri yang menerbitkan Nota Dinas beberapa waktu lalu terkait senam kesegaran jasmani yang berlaku wajib bagi seluruh ASN dan Non ASN. Di samping menyehatkan, kegiatan yang diawali olah raga SKJ itu sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat lagi solidaritas.

“Hari ini kita kembali melaksanakan senam ya, kita membangun kebersamaan. Jadi selain sehat berolahraga dipandu instruktur kita yang luar biasa hebat, kita berharap terbangun suasana menyenangkan satu sama lain, kita berkumpul berbagi senyum. Senyum itu bagian dari ibadah,” ungkap Jufri.

Usai senam, berlanjut dengan ngobrol santari antar aparatur. Sebagian memilih sembari duduk di sekitar taman, suasana keakraban mengalir begitu hangat diantara mereka, sebagian lagi unjuk gigi melantunkan lagu favoritnya.

Read:  Apel Siaga Karang Taruna Bantaeng, Sekda: Apa Sih Inovasinya?

Sama halnya dengan sang Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas, Kemal Redindo Syahrul Putra. Keduanya tak melewatkan semaraknya kesempatan itu, Jufri sendiri tampil sekira 5 kali menyanyikan sedikitnya 7 buah lagu bergenre dangdut, pop, kenangan, dan lagu daerah Makassar.

Dia menekankan agar jajarannya senantiasa berbagi kepada orang lain. Terlebih bagi masyarakat yang memang membutuhkan bantuan, secara rohaniah akan meningkatkan kesejahteraan mental.

“Alhamdulillah selama seminggu kita bekerja mempersembahkan karya-karya terbaik kita, Saya tahu semua bidang bergerak secara serentak. Oleh karena itu, Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu pimpinan mulai dari jajaran Sekretariat sampai Bidang dan UPT. Saya berharap kita sekalian membiasakan diri untuk berbagi kepada orang disekitar kita,” imbuhnya.

Senam berupa SKJ yang dihelat di tempat itu, yang kedua selama menjabat Kepala Disbudpar Sulsel. Hanya saja kali ini presentase kehadiran cenderung mengalami peningkatan signifikan.

Read:  Denny Irawan Saardi: Jadilah Public Relation

Kepada AMBAE dia menyebutkan bahwa mereka yang hadir hari ini telah mampu menunjukkan kepekaan dan juga kepedulian untuk memperkuat tim yang lebih solid ke depan. Satu persatu ASN dan Non ASN berusaha dia kenali, kembali ditegaskan jika ingatannya cukup kuat hingga detail tertentu untuk mendekatkan diri dengan seluruh jajarannya.

“Hari ini kita berada disini, secara bergilir kita akan pindah-pindah tempat. Mungkin kita sepakati lagi, nanti akan ada pemberitahuan lebih awal. Mungkin minggu depan di Monumen Mandala, Benteng Somba Opu atau dimana, nanti kita atur waktunya,” tegas dia.

Tak hanya di lokasi UPT berada, senam bisa saja dilaksanakan di destinasi wisata yang ada di Kota Makassar. Pantai Losari, Kawasan Kuliner Lego-lego dan beberapa tempat lainnya dituturkan dalam kesempatan itu sebagai opsi untuk pekan-pekan berikutnya.

“Bahkan sekali waktu mungkin kita pindah di sana di Anjungan Losari. Minggu lalu kan sudah di Gedung MULO,” lanjut Jufri.

Lagi-lagi untuk memperkuat jalinan silaturahmi dan solidaritas. Target lainnya, jajaran Disbudpar Sulsel seyogyanya menjadi media komunikasi dan informasi kepada khalayak.

“Kita harus tunjukkan, menjadi media komunikasi informasi bahwa Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan siap mengawal bangkitnya kembali kepariwisataan. Tentu yang paling pertama bergerak, ya dari dalam, kita semua,” pungkasnya.

Kebangkitan sektor pariwisata di Sulsel pada khususnya membutuhkan peran aktif seluruh stakeholder yang ada. Asosiasi pariwisata, begitu pun Pelaku Industri Pariwisata yang lainnya, Jufri menegaskan bahwa semuanya telah satu suara dan bergerak mendukung Disbudpar Sulsel.

Read:  Wakil Sulsel Andi Suci Nurul Aisyah dan Imran Munir Terpilih Duta Pariwisata Indonesia 2021

Sehingga penting untuk meyakinkan seluruh mitra kerja, jika OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel yang diamanahi mengawal sektor kepariwisataan dan kebudayaaan itu punya komitmen dan konsistensi yang kuat menjadi leading sector. Saatnya menggenjot kinerja agar dalam mendayung perahu, dua atau tiga pulau tidak terlampau begitu saja tanpa bekas ataupun hasil yang akan dikenang lalu berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Sulsel.

“Jadi kita tidak boleh ada yang merasa tinggi atau rendah, semua sama. Kita ini satu perahu, kalau yang di bawah misalnya tidak diperhatikan, bisa dikorek-korek ini perahu dan bocor, kita tidak mau itu karena kita semua satu rumah tangga yang sama,” urainya.

Tim kuat yang dilandasi kebersamaan adalah modal utama menyelesaikan banyaknya pekerjaan yang menanti. Pasca terdampak Pandemi COVID-19, sektor inilah yang diyakininya tidak mudah bangkit dan kembali nomal dengan cepat. (*)