Lewat Puisi Pemuda Bantaeng Tabuh Harapan Kebebasan Gubernur NA

 

Hadiah puisi Andi Wilyam kepada Nurdin Abdullah.
Nurdin Abdullah membaca tabloid saat menjabat Bupati Bantaeng (24/12/16).

AMBAE.co.idBantaeng. Pemuda Bantaeng, Andi Wilyam menggambarkan kerinduannya kepada Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr melalui puisi. Ditulis dan dinarasikan dari rangkain 5 bait.

Bertajuk “Sajak Untukmu Bapak Prof Nurdin Abdullah”. Wilyam mengharapkan kembalinya sang Professor ke kursi kepemimpinan tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel).

“Puisi ini Saya buat (tulis) untuk Bapak Prof Nurdin Abdullah dari lubuk hati yang mendalam. Bukti rasa cinta Saya kepada beliau”, tutur Wilyam.

Bukan baru kali ini, perhatian, kepedulian dan empati ditujukan kepada Nurdin Abdullah. Adalah Gubernur SulSel yang kini non aktif selama menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Makassar.

Read:  Tangani COVID-19 di SulSel, Gubernur Raih Penghargaan KemenkumHAM

Wilyam pun senantiasa menanti dia yang akrab disapa NA. Pembangunan di SulSel mesti dilanjutkan, apalagi beberapa agenda, program dan kegiatan yang telah direncanakan belum terealisasi karena terkendala masa penahanan KPK.

Puisi Wilyam menyiratkan kegigihan dan kepeloporan sang Professor mencurahkan hidupnya untuk membawa SulSel lebih jaya serta semakin maju. Dua tahun di awal Pemerintahannya kata Wilyam, NA banyak menorehkan karya monumental pada 24 Kabupaten/Kota di SulSel.

Read:  IPHC Dukung Menkes RI Batasi Iklan Rokok di Dunia Maya

Pemuda yang juga mewakafkan dirinya sebagai seniman itu berharap puisi hasil karyanya dibaca langsung NA. Pesan lainnya yang tersirat dari puisi itu berupa harapan, do’a serta semangat agar mantan Bupati Bantaeng 2 periode (2008-2013 dan 2013-2018) itu tetap tegar melalui rintangan yang kini mendera.

“Semoga dengan terciptanya puisi ini bisa dilihat dan tersampaikan langsung kepada beliau, bahwasanya ada masyarakatnya yang bernama Andi Wilyam asal kabupaten Bantaeng sangat rindu kepada sosok beliau. Dan segala do’a terbaik senantiasa menyertai beliau, semoga Allah Swt memberikan kesehatan, perlindungan dan kekuatan atas segala cobaan yang telah dijalani”, imbuhnya, Senin (30/08/21).

Pada akhirnya, NA bebas dan lepas dari segala jeratan hukum. Wilyam optimis hal itu tak lama lagi terwujud melirik proses persidangan yang mana semua saksi meyakinkan hakim, NA tidak terlibat apapun.

“Inshaa Allah Bapak Prof Nurdin Abdullah kuat dengan segala cobaan ini. Kami rindu beliau segera bebas”, kunci Wilyam. (*)