Jalan Kaki ke Monumen Mandala, Liestiaty F Nurdin Beberkan Rencana Pembenahan

Pembenahan Monumen Mandala.
Liestiaty F Nurdin (kenakan celana dan sepatu putih di kanan) berjalan di pekarangan Monumen Mandala (15/11/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Didampingi beberapa orang pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov SulSel), Hj Liestiaty F Nurdin mengunjungi Monumen Mandala di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar. Tepatnya Minggu (15/11/20), yang mana dirinya berjalan kaki dari arah Rumah Jabatan Gubernur SulSel.

Tampak di antaranya Kepala Dinas Perindustrian Provinsi SulSel, Ahmadi, Plt Kepala Dinas Perdagangan Provinsi SulSel, Indrajaya Saputra. Termasuk di antaranya jajaran Pengurus Tim Penggerak PKK Provinsi SulSel dan Pengurus Dekranasda Provinsi SulSel.

Pagi jelang siang saat itu, dirinya sengaja menyambangi bangunan yang menjadi penanda perjuangan pembebasan Irian Barat. Bahkan pernah dijadikan Markas Komando Mandala bentukan Presiden Republik Indonesia, Soekarno pada 2 Januari 1962 silam.

Read:  Kejurda FDR Seri V 2019, Bupati Bantaeng: Motivasi Anak Muda pada Jalur Positif

Lies yang juga adalah Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi SulSel pada kesempatan itu membeberkan rencana pembenahan terhadap bangunan di sekitar tugu setinggi 75 meter itu. Satu di antaranya terkait kondisi bangunan yang butuh perawatan intensif.

“Tahun depan, tahun 2021 ya akan dilakukan pembenahan di Monumen Mandala ini. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah menyiapkan langkah dan rencana agar bangunan yang menyimpan sejarah bangsa ini bisa lebih cantik, lebih bersih dan lebih representatif dikunjungi”, ungkap Lies.

Termasuk kata Isteri Gubernur SulSel, tak lain yakni HM Nurdin Abdullah tersebut bahwa Monumen Mandala seharusnya punya daya tarik selain bangunan itu sendiri. Diketahui pihaknya telah beberapa kali membuat gebrakan.

Read:  Gunakan Tas Kain Untuk Bantuan COVID-19, Liestiaty F Nurdin: Ayo Jaga Bumi Tetap Lestari

Misalnya di tahun 2019 hingga awal 2020 lalu, Lies sebagai Ketua PKK SulSel memprogramkan agar di bangunan utama tugu dilengkapi penerangan memukau. Terakhir, tugu disinari lampu berwarna biru, dinyalakan selama sebulan penuh pada April 2020 untuk memperingati Hari Peduli Autis Sedunia.

“Kalau ini sudah lebih cantik, wisatawan akan tambah tertarik datang kesini. Kita akan tata sekelilingnya dan bagian dalam bangunan, lalu kita siapkan juga booth UMKM untuk mereka berjualan”, tuturnya.

Lies yang menjabat pula Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Provinsi SulSel, mensinergikan organisasi yang dipimpinnya dengan upaya untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata dan sektor ekonomi selama era New Normal. Di mana kedua sektor tersebut terpukul akibat Pandemi COVID-19.

“Tadi Saya dari dalam bangunan tugu, di sana ada diorama tentang perjuangan pembebasan Irian Barat. Lalu di atas sana, di puncaknya ada satu ruang kita bisa menyaksikan Kota Makassar”, jelasnya.

Karenanya potensi itu kata Lies perlu dipertahankan, dijaga dan dikembangkan sesuai dengan kondisi saat ini. Lagi-lagi mantan Ketua PKK Kabupaten Bantaeng Periode 2008-2013 dan 2013-2018 itu mengatakan bahwa kesemua itu tidak terlepas dari sektor pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sebagai targetnya. (*)