Paparkan Kondisi Terkini Masamba, Nurdin Abdullah Berharap Menteri PUPR Penuhi Janji

Gubernur SulSel temui Menteri PUPR.
Gubernur SulSel (kedua dari kanan) berbincang dengan Menteri PUPR (kedua dari kiri) di pertemuan Stranas di Jakarta (26/08/20).

AMBAE.co.id – Jakarta. Gubernur Sulawesi Selatan (SulSel), HM Nurdin Abdullah melaporkan langsung perkembangan pembangunan hunian tetap untuk masyarakat Masamba, Kabupaten Luwu Utara kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono disela-sela acara Aksi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Tahun 2019-2020 KPK, di Jakarta, Rabu (26/08/20).

Selain itu, dilaporkan juga progres pembangunan jalan dan sejumlah fasilitas lainnya di SulSel. Untuk hunian itu akan dibangun Pemprov SulSel untuk menampung korban banjir.

Read:  Momen Pink Blue Day 2019, Ketua PKK SulSel Bagikan 95 Eksemplar Al-Qur'an

“Saya ingin bangun hunian tetap 50. Nanti yang membedakan adalah luasnya ini tipe 36. Hunian tetap sekarang, Pemprov yang bangun. Kita lagi menunggu dijanjikan oleh PUPR”, ungkap Nurdin Abdullah.

Mewujudkan program itu, Pemprov SulSel bersinergi dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR. Gubernur SulSel kemudian mengapresiasi kepedulian dan peran aktif Kementerian PUPR membantu Luwu Utara.

“Menteri yang sangat care, bahkan kami tidak pikirkan beliau sudah pikirkan. Setiap ada bencana, beliau langsung turun ke lapangan dan membagi tugas. Nah inilah bentuk sinergi yang saya sebutkan tadi”, tuturnya.

Dalam berbagai kesempatan, Nurdin Abdullah berkunjung ke Luwu Utara. Karenanya dia mengetahui persis perkembangan pemulihan pasca banjir di daerah itu.

Read:  Onde Mande, Isteri NA Harumkan Nama SulSel Dengan Baju Toraja

Diketahui dia baru tiba dari Luwu Utara sebelum bertandang ke Jakarta. Di mana dilakukan peninjauan terhadap penanganan banjir di Dusun Panampung, Desa Radda, Kecamatan Baebunta.

“Keempat kalinya Saya mengunjungi Luwu Utara, dan ternyata harapan masyarakat adalah masalah hunian tetapnya. Oleh karena itu, kita putuskan untuk membangun 50 hunian tetap”, bebernya.

Hal itu dilakukan untuk memancing Kementerian agar mengambil bagian, seperti yang telah dijanjikan. Gubernur SulSel menyebutkan jika penanganan di Luwu Utara, pihaknya menyiapkan anggaran untuk 50 hunian tetap, sementara Pemerintah Daerah menyiapkan sisanya. (*)