Webinar BINWAS KOMPAK-Pemkab Bantaeng Diikuti 100 Partisipan

Workshop BINWAS KOMPAK-Pemkab Bantaeng.
Community Engagement Coordinator KOMPAK, Sarwansah Sahabuddin (23/06/20).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Mengusung topik “Workshop BINWAS Berjenjang Kabupaten dan Kecamatan/PTPD Dalam Rangka
Perubahan Kedua RKPDesa dan APBDesa Untuk Penanggulangan COVID19 Bagi Desa se-Kabupaten Bantaeng”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng bekerja sama dengan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) menggelar Workshop BINWAS pada Selasa (23/06/20).

Kegiatan itu dibuka secara resmi Asisten III Bidang Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng, Asruddin. Diikuti sedikitnya 100 peserta dari berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah) baik Kabupaten Bantaeng seperti Sekrrtaris Camat, Sekretaris Desa maupun pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel).

Termasuk dari Kementerian serta lembaga dan organisasi lainnya, diantaranya P3MD (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa), TPKD (Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah), Yasmib (Yayasan Swadaya Mitra Bangsa)/Sekar (Sekolah Anggaran) Desa serta PUSKAPA UI (Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak Universitas Indonesia), Perwakilan Fasilitator Koordukcapil dan jajaran KOMPAK Jakarta, SulSel hingga Bantaeng.

Read:  Bupati Bantaeng Sejajarkan STQH VII Bantaeng Dengan Asian Games 2018

Dikatakan Asruddin bahwa kegiatan itu sangat penting untuk pengembangan serta upaya memajukan Bantaeng, berangkat dari penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang tertata dengan baik.

“Saya kira ini sangat penting untuk Pemerintah Desa dalam rangka menyelenggarakan Rencana Kerja pembangunannya. Sehubungan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia hingga saat ini”, ungkap dia.

Namun begitu, masyarakat patut bersyukur karena Bantaeng masih dalam zona hijau dibanding daerah lainnya. Untuk itu dirinya berharap output kegiatan akan muncul pokok pikiran sebagai bahan pertimbangan pelaksanaan pembangunan khususnya di desa selama pandemi masih berlangsung.

“Kita bersyukur karena Bantaeng cukup dapat mengendalikan COVID-19 di tengah masyarakat. Kita berharap semoga ada pokok pikiran yang dapat dijadkan bahan terutama untuk menyusun RKPDesa-nya”, harapnya.

Sementara itu sebagian peserta yang telah diundang sebelumnya tidak bisa bergabung melalui pertemuan daring tersebut. Sarwansah Sahabuddin selaku Community Engagement Coordinator KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) SulSel menyebutkan jika Aplikasi Zoom Cloud Meeting yang difasilitasi Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Bantaeng itu hanya bisa mengakomodir 100 user.

“Semoga pertemuan ke depan lebih kita matangkan lagi. Mengingat sebagian peserta yang sudah kita undang tidak bisa bergabung karena Webinar ini hanya bisa diikuti 100 peserta saja”, ujar Sarwan.

Di kesempatan akhir, Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas PMDP3A Kabupaten Bantaeng, Kamaruddin menutup pertemuan itu. Dia optimis jika RKPDesa dan APBDesa rampung dilakukan perubahan, maka desa bersangkutan bisa melakukan pencairan tahap ketiga.

“Workshop seperti ini disaat-saat sekarang sangat dibutuhkan, apalagi adanya regulasi-regulasi yang diturunkan dari Jakarta yang hampir setiap saat merubah regulasi itu. Semoga apa yang kita bahas hari ini bisa mendapatkan solusi dan dipahami Camat dan Kades, jadi untuk melakukan pencairan tahap ketiga hari ini, maka hari ini juga harus tuntas perubahan RKPDesa dan APBDesa-nya”, tutupnya. (*)