Ratusan Paket Sembako Disalurkan Disbudpar SulSel ke Sejumlah Travel Agent ASITA

Disbudpar SulSel bantu travel agent ASITA SulSel.
Distribusi paket sembako kepada travel agent anggota ASITA SulSel (14/05/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Sedikitnya 78 Travel Agent yang tergabung dalam DPD ASITA (Dewan Pimpinan Daerah Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies) Provinsi Sulawesi Selatan kebagian paket sembako dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov SulSel).

Disalurkan melalui Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi SulSel. Bantuan itu secara simbolis diserahkan Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata (Kabid PSDP), Bruno S Rantetana didampingi Kepala Seksi Pembinaan Event (Kasi PE), Ahmad Yusran kepada Neni selaku Sekretaris DPD ASITA SulSel di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kota Makassar.

“Paket sembako ini dari Pemprov SulSel melalui Bapak Gubernur SulSel, pak Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr. Hari ini kita salurkan kepada travel agent ASITA SulSel”, ungkap Denny Irawan Saardi selaku Kadisbudpar SulSel, Kamis (14/05/20).

Denny mengatakan bahwa penerima bantuan merupakan salah satu elemen masyarakat yang ikut terdampak pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19). Terjadi karena sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mengalami kelesuan akibat pembatasan disana sini.

“Tentu travel agent ikut terdampak COVID-19 ini. Bukan saja di SulSel, tapi semua daerah di Indonesia bahkan mungkin seluruh dunia mengalami hal serupa”, tuturnya.

Ditambahkan Kadisbudpar SulSel, beberapa pekan lalu diserahkan bantuan kepada 24 Tour Guide dan Sopir Pariwisata di tubuh organisasi GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) SulSel. Tepatnya tanggal 30 April 2020 dengan menggandeng GenPI (Generasi Pesona Indonesia).

Read:  Gubernur SulSel Haturkan Terima Kasih Atas Bantuan Penanganan COVID-19

Berlanjut dengan bantuan yang sama pada pekan pertama Mei 2020. Diserahkan kepada 18 Tour Guide yang bergabung di HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) SulSel.

“Teman-teman Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kita bagikan sembako yang terdiri dari beras, mie instant, gula dan minyak goreng dalam satu paketnya”, jelas Denny.

Sementara itu Ketua DPD ASITA SulSel, Didi L Manaba menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan tersebut. Betapa tidak, sebagian Karyawan dan Karyawati travel agent harus dirumahkan serta ada pula yang di-PHK.

“Atas nama dan mewakili Karyawan/Karyawati baik Driver, Staf, Office Boy dan seluruh jajaran di travel agent anggota DPD ASITA SulSel yang terdampak COVID-19 dan sudah dirumahkan dan juga di PHK, Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur SulSel, Pemprov dan Disbudpar”, ujarnya.

Senada itu, salah seorang Staf Limbunan Travel Makassar berharap terjalin hubungan lebih baik dan harmonis antara Pemprov dn instansi terkait dengan semua Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Semoga kata dia, bantuan itu bernilai ibadah di sisi Allah Swt.

“Salut dengan kepedulian Bapak Gubernut SulSel dan Dinas Budpar SulSel, berbagi di tengah pandemi virus corona. Apalagi ini bulan suci Ramadhan, Inshaa Allah ketulusan dan kebaikannya dibalas dengan pahala berlipat ganda”, katanya.

Gubernur SulSel, HM Nurdin Abdullah kepada AMBAE mengapresiasi langkah Disbudpar SulSel yang senantiasa memperhatikan unsur terkait yang menjadi ruang lingkup kerjanya. Baginya para Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat menunjang hadirnya penyumbang devisa dan juga sekaligus bertindak sebagai penyumbang devisa.

“Apa yang dilakukan Disbudpar Sulawesi Selatan adalah kepedulian. Dan juga sinergitas yang seringkali kita sampaikan bahwa OPD harus mengambil peran masing-masing dalam team work kita”, terangnya.

Dikatakan juga, pariwisata merupakan sektor unggulan di samping sektor lainnya. Dengan segala potensi yang dimiliki SulSel, dirinya optimis sektor ini kembali akan bangkit setelah pandemi COVID-19 berakhir.

Read:  Diawali Takbir, Nurdin Abdullah Qurbankan 2 Ekor Sapi di Bantaeng

Karenanya, tokoh yang berhasil menggaungkan nama Kabupaten Bantaeng khususnya di sektor pariwisata itu berharap agar leading sector kepariwisataan terutama Disbudpar menyiapkan tahapan pemulihan dan tak henti-hentinya memperhatikan para pelaku, penggiat serta komponen pendukung kepariwisataan dan kebudayaaan. (*)