Hingga Larut Malam Tim Tanggap Cepat COVID-19 Salurkan Sembako

Sembako PKK SulSel dibagi hingga malam.
Andi Ryo Ilham Monry (kiri) menyerahkan bantuan ke warga terdampak COVID-19 di Kota Makassar (30/04/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Dibalik kedasyatan pembagian sembako yang dilaksanakan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel), rupanya ada panitia bersama yang bekerja siang dan malam hingga prosesnya berjalan lancar.

Adalah “Tim Tanggap Cepat Kesiapan Pangan dan Prioritas Kesehatan Masyarakat Prasejahtera Menghadapi Pandemi COVID-19” yang populer mereka sebut Tim Tanggap Cepat COVID-19 (TTC COVID-19).

Salah seorang anggotanya, Andi Ryo Ilham Monry rela menghabiskan lebih banyak waktunya menemui warga dibanding bersama keluarganya di rumah. Pantauan langsung AMBAE di lapangan sekira pukul 19:10 Wita, Kamis malam (30/04/20), Ryo bersama Suriyani membagikan puluhan paket sembako ke warga.

“Malam ini cuma 29 paket kita bagikan dari 100 paket, mudah-mudahan cepat selesai. Kemarin itu sebanyak 71 paket, tapi sebarannya beda-beda di kecamatan berbeda pak jadi tetap lama”, bebernya.

Ryo menjelaskan bahwa selama 2 hari itu dirinya mengunjungi Kecamatan Mariso, Tamalate, Bontoala, Tallo, Makassar, Rappocini dan Manggala. Berakhir sekitar pukul 23:12 Wita, Rabu malam, 29 April 2020.

Read:  KemenPPPA RI Bersama DP3ADaldukKB SulSel Peduli Korban Bom Kathedral Makassar

Dia pun masih tetap semangat, seperti dituturkan kepada AMBAE usai menyerahkan bantuan. Besok dan hari-hari selanjutnya Ryo dan anggota tim lainnya masih diperhadapkan dengan perjuangan mendatangi zona merah COVID-19.

“Selalu membuat terenyuh dan merinding, soalnya para penerima sangat bersyukur dan berterima kasih. Membuat kami ikut larut terharu dan itu yang menjadi penyemangat kami membagi sampai malam”, tuturnya.

Tim punya tanggung jawab memastikan bantuan sembako dapat langsung dinikmati. Terlebih mereka adalah warga kurang mampu yang butuh uluran tangan penderma di tengah pandemi COVID-19.

Di samping itu kata Ryo, tingkat kebutuhan meningkat seiring bulan suci Ramadhan 1441 H. Mulai dari makan sahur, buka puasa hingga kebutuhan terhadap anak di bawah umur yang tetap harus makan dalam sehari.

Read:  Pesan Sekda Bantaeng Untuk Karang Taruna Menuju SKBKT Sidrap: Jangan Muluk-muluk

Sementara sebagian telah dirumahkan dan juga di-PHK karena tempat mereka bekerja mendapat pembatasan operasi dan produksi selama pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

“Kami tidak lupa menyampaikan pesan Ibu Gubernur (Red: Ketua PKK SulSel, Hj Liestiaty F Nurdin) agar masyarakat banyak berdiam di rumah. Bantuan yang diberikan semoga bermanfaat serta berdo’a agar pandemi virus corona secepatnya berakhir”, pungkasnya.

Sesuai namanya, tim dituntut bergerak cepat melewati batas ruang dan waktu tatkala masyarakat membutuhkan bantuan. Belum lagi jadwal pembagian tetap yang harus dipatuhi untuk bantuan yang sifatnya berskala dan berjenjang.

Tim ini turut mengawasi dan memantau pergerakan bantuan mulai dari Sekretariat PKK SulSel di Jalan Masjid Raya Nomor 70A Makassar menuju wilayah kecamatan, kelurahan, RW dan RT hingga rumah warga, khususnya di Kota Makassar. Bersamanya hadir mengawasi para Camat, Lurah, Ketua RW, Ketua RT, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), perwakilan Dinas Sosial, Inspektorat serta Babinsa setempat.

Read:  Ketua DPRD Bantaeng Tandatangani Petisi Mendukung Lahirnya Perda Kepemudaan

Liestiaty F Nurdin yang dikonfirmasi langsung AMBAE pada Kamis malam menyampaikan agar tim bentukannya tetap bekerja sesuai prosedural. Niat membantu dibarengi dengan mekanisme yang ditetapkan, demikian untuk data penerima benar-benar diverifikasi.

“Tolong data penerima diverifikasi dan bersinergi semua pihak. Ini tidak henti-hentinya Saya tegaskan ke tim, yang pasti mereka luar biasa dalam bekerja”, imbuh Lies.

Tim yang dikoordinir Zulfitriany Dwiyanti Mustaka sekaligus sebagai Sekretaris PKK SulSel itu telah bekerja sejak awal virus corona mendera SulSel. Pembagian bantuan sebanyam 5000 paket untuk tahap pertama berakhir beberapa waktu lalu.

Dimana datanya mengacu pada data Dinas Sosial. Sementara tahap kedua pembagian disalurkan kepada warga yang belum terdata serta tidak mendapatkan bantuan sebelumnya. (*)