Liestiaty F Nurdin Satu Meja Para Ketua Organisasi Perempuan Bahas Penanganan COVID-19

Pertemuan bersama PKK SulSel.
Liestiaty F Nurdin (keempat dari kanan) memimpin pertemuan bersama para Ketua Organisasi Perempuan (27/04/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Berlangsung di Gedung Sekretariat Tim Penggerak PKK Provinsi SulSel, Hj Liestiaty F Nurdin menghadirkan para Ketua organisasi perempuan lingkup Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) SulSel, Senin (27/04/20).

Lies yang juga Ketua PKK SulSel memimpin pertemuan cukup sederhana itu dalam rangka membangun kesepahaman dan mencari ide-ide efektif untuk menangani COVID-19. Terutama terkait penanganan terhadap masyarakat yang terdampak pandemi.

“Jadi tadi itu, pertemuan bersama Ibu-ibu Ketua organisasi perempuan Forkopimda dan Dharma Wanita Persatuan SulSel. Agendanya mengenai penanganan COVID-19, tentang bagaimana organisasi ini termasuk PKK lebih memaksimalkan upaya Pemerintah membantu masyarakat yang kena dampak”, jelas Lies.

Tampak hadir saat itu 5 pimpinan organisasi Forkopimda yakni Ketua Bhayangkari Daerah SulSel, Anneke Mas Guntur, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah SulSel, Lisa Firdaus, Ketua Pia Ardhya Garini Daerah II KOOPSAU (Komando Operasi TNI Angkatan Udara) II Makassar, Yayuk Donny Ermawan.

Read:  Puasa Dibawah Pohon Ada di Pantai Seruni Bantaeng

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) Kodam XIV/Hasanuddin, Endang Surawahadi dan Ketua Koordinator Cabang VI (Korcab VI) Daerah Jalasenastri Armada II (DJA II), Risanti Dwi Sulaksono serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi SulSel, Sri Rejeki.

Lanjut Dosen Fakultas Perikanan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar itu bahwa PKK telah mengambil peran sebagai mitra Pemerintah, menyasar kalangan bawah seperti pekerja informal agar tetap bisa bertahan di tengah pandemi Corona Virus Desease 2019.

Read:  Terkarantina Gegara Virus Corona, DP3ADaldukKB SulSel Tenangkan dengan Buku Bacaan

Karenanya, dia mengajak organisasi lain yang satu garis koordinasi PKK untuk ikut mengambil peran juga. Minimal kata Lies, menyasar komunitas dan masyarakat di jajarannya serta lingkungan sekitar dengan membagi sembako ataupun Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker.

“Pemerintah tentu memiliki keterbatasan dalam bergerak sendiri. PKK dan organisasi lain khususnya organisasi perempuan hadir untuk itu dan PKK akan bersinergi misalnya untuk dana bantuan, kita berharap bisa berbagi dari anggaran yang ada”, ujarnya.

Terkait anggaran yang disiapkan, Lies telah dijanjikan kucuran dana dari Pemerintah Provinsi SulSel melalui Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Dana yang disebutnya donasi itu, sedianya akan diserahkan di hari yang sama kepada 5 organisasi Forkopimda.

“Inshaa Allah sebentar akan ada penyerahan anggaran untuk penanganan dampak virus corona dari Pemprov SulSel. Masing-masing dapat 100 Juta, PKK juga 100 Juta Rupiah”, ungkapnya.

Lies berharap dengan adanya bantuan itu, organisasi bisa berkreasi dalam menyalurkannya hingga tiba ke masyarakat. PKK sendiri melaksanakan beragam kegiatan diantaranya pembagian sembako, masker, makanan tambahan untuk Ibu hamil dan bayi, dapur umum hingga pendistribusian nasi dos kepada 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar. (*)