Ketua Dekranasda SulSel ke Pengelola Supermarket: Jangan Tolak Produk IKM

Himbauan kepada Supermarket untuk menjual produk IKM.
Ketua Dekranasda SulSel (kedua dari kanan) memperlihatkan produk IKM dari KWN Fatimah Az-Zahra (08/01/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Hj Liestiaty F Nurdin selaku Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) lagi-lagi melakukan penegasan kepada para pengelola supermarket dan toko-toko untuk tidak mengabaikan keberadaan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Potensi IKM kata Lies patut diperhitungkan karena memiliki sejumlah produk yang layak dipasarkan di supermarket maupun toko-toko. Lebih khusus toko skala besar di Kota Makassar yang umumnya hanya memasarkan bukan produk lokal.

“Dalam beberapa kesempatan, Saya sampaikan agar supermarket dan toko-toko di Makassar jangan menolak produk IKM. Kita tidak mau produk lokal cenderung tidak ada dan semuanya hanya produk dari luar saja”, terangnya.

Bahkan kata dia, bukan sekedar penyampaian. Lies mengaku menganjurkan pihak pengelola pusat perbelanjaan tersebut agar turut memasarkan produk IKM dengan membuka ruang bagi pelaku IKM memajang produknya sesuai standar yang ditentukan.

Read:  Prihatin Kebakaran Tammua, FCC Sumbang Mesin Jahit

Hal itu disampaikan saat bertandang ke Jalan Barukang, Kelurahan Patingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Rabu (08/01/20). Dalam kunjungannya bersama rombongan, Lies membagikan bantuan kepada 150 lansia (Lanjut Usia) dan anak yang tergabung dalam Kelompok Wanita Nelayan (KWN) Fatimah Az-Zahra.

Datang dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi SulSel, Lies didampingi Ketua Pokja (Kelompok Kerja) I dan IV PKK SulSel. KWN Fatimah Az-Zahra menjadi salah satu sasaran bantuan bagi pihaknya karena diyakini berhasil membina dan mendampingi para Ibu Lansia dan anak-anak dengan sejumlah program kegiatan pemberdayaan.

“Ibu-ibu dan juga anak-anak disini kita bantu dengan perlengkapan Shalat, kaca mata baca dan paket makanan ringan. Bagi Ibu Lansia yang mau mengaji kita akan bantu dengan menyiapkan guru mengaji serta perlengkapan mengaji”, ujarnya.

Lies sekaligus memberi semangat kepada KWN Fatimah Az-Zahra beserta seluruh anggota ataupun binaannya. Sejak 2017 didirikan, kelompok ini telah sukses memproduksi olahan laut diantaranya berupa otak-otak, nugget, bakso, abon ikan, kerupuk ikan dan ikan kering kemas.

Read:  Jambore 3 BYONIC Sulawesi Diserbu 500 Bikers Indonesia

Untuk membantu para pelaku IKM, Lies meyakinkan warga setempat bahwa Pemerintah Provinsi SulSel melalui Dinas Koperasi dan juga Dinas Perinduatrian menyiapkan 150 kuota untuk pengurusan produk halal. Hal itu kata Lies harus disambut IKM untuk mendukung keterpercayaan konsumen atas produk, apalagi gratis.

“Pemprov SulSel saat ini siapkan 150 kuota produk halal secara gratis. Ada 100 dari Dinas Perindustrian dan 50 lagi disiapkan Dinas Koperasi”, ungkapnya.

Prosedur pendaftaran bagi IKM dapat dilakukan di masing-masing Kabupaten/Kota di SulSel. Untuk kuota sendiri, Dekranasda SulSel akan terus mendorong untuk kembali dilanjutkan serta ditambah di masa mendatang. (*)