Parenting Kelas IC SD 5 Lembang Cina Singkirkan Plastik, Budayakan Germas

Rapat Parenting Kelas IC SD 5 Lembang Cina.
Makanan olahan pangan lokal disajikan pada Rapat Parenting Kelas IC (06/11/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Selalu ada hal menarik dari komunitas berlabel “Parenting School” Kelas IC SDN Nomor 5 Lembang Cina dalam pertemuan yang digelar setiap bulannya.

Rapat Parenting di kelas itu kembali dihelat dengan menghadirkan para orang tua murid, Rabu (06/11/19). Rapat dipimpin Maria Ulfa selaku Ketua Parenting Kelas IC. Turut hadir Wali Kelas IC, Nur Rahmah Ramli sekaligus Pembina Parenting Kelas IC pada .

Jika pertemuan bulan Oktober, Ibu dan Bapak orang tua murid membahas tumbler ala ramuan tradisional, bulan ini sudah diimplementasikan. Lanjut dengan menikmati makanan hasil olahan pangan lokal.

Wati Ratnawati selaku Anggota Parenting yang juga Ibu dari Muhammad Cakra Dhawi Maksun mengatakan bahwa semua perkantoran dan instansi diarahkan untuk menggalakkan Germas (Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat). Salah satu yang diharapkan dari program itu dengan mengkonsumsi makanan berbahan pangan lokal.

“Jadi kita upayakan agar setiap pertemuan dan juga dalam aktifitas sehari-hari dengan membudayakan Germas berupa makanan tanpa bahan pengawet”, tuturnya.

Saat itu makanan yang disajikan diantaranya jagung, talas, kentang, pisang dan umbi-umbian lainnya. Diolah dengan cara sederhana baik dimasak, direbus maupun dikukus.

“Usahakan jangan diolah dengan menggunakan minyak. Tetapi direbus, sehingga mampu mengurangi kolesterol, begitu juga buahnya usahakan produk lokal”, imbuh Wati yang berprofesi sebagai Dokter di Puskesmas Kota Bantaeng.

Sementara Rahmah, guru yang karib disapa Emma membenarkan jika makanan untuk Rapat Parenting Kelas IC dia pesan sendiri di langganannya. Tak hanya non minyak, karena dimasak dan direbus tentunya akan menjadikan lebih sehat.

“Kita mau di Parenting ini tidak ada makanan berminyak. Insya Allah dijamin murah meriah alias tidak mahal”, ujarnya.

Budaya Germas menurutnya dapat menguramgi sampah. Begitupun dengan membiasakan murid membawa tumbler ke sekolah.

“Anak-anak di sekolah kita sejak awal dibiasakan membawa tumbler. Kedepan kita berharap ada galon disiapkan di masing-masing kelas untuk isi ulang tumbler”, pungkasnya.

Terkait galon isi ulang itu, Emma tidak menginginkan jika diisi dengan air mineral dari depot air minum yang tersebar dimana-mana. Namun bagaimana memaksimalkan kebersihan untuk kesehatan anak dengan air yang sudah dimasak hingga mendidih sebagai bahan isi ulang dari galon.

“Kalau memakai galon nantinya, bagaimana supaya tetap sumbernya dari air yang sudah dimasak dan tentunya telah mendidih untuk mematikan kuman dan bakteri”, tutup dia.

Dengan begitu, air lebih bersih, higienis dan dijamin kesehatannya. Sehingga akan berpengaruh positif terhadap perkembangan otak dan kesehatan tubuh anak maupun guru serta orang tua yang akan meminumnya. (*)

Read:  Bukannya di Tribun Timur Tapi di Sisi Barat Stadion Lamalaka IA Buka Turnamen Bola U-40