Deisy Anak Penjual Ayam Butuh Bantuan Masyarakat Mengikuti Olimpiade Nasional Bahasa Arab

Tahun 2018, Deisy menjabat sebagai Sekretaris Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK), berlanjut sebagai Wakil Ketua di tahun 2019. Untuk ekstrakurikuler, kegiatan yang diikuti diantaranya olah raga bola volley, Rohis (Rohani Islam) serta Literasi Bahasa Inggris.

“Saya juga belajar mandiri pak melalui Bimbel (Bimbingan Belajar) online secara perlahan selain belajar langsung kepada guru pembimbing”, terangnya.

Diakhir wawancara, Deisy menegaskan satu hal penting akan tekadnya menuju olimpiade di Jakarta Selatan. Peluang itu kata dia tidak akan datang berulang, kalau pun datang berikutnya, bisa jadi untuk orang lain.

“Di provinsi saja pak, Saya membiayai sendiri registrasi, kalau tidak salah ingat sebesar 200 ribu Rupiah, sedang transportasi dan akomodasi dibantu Ibu Nur Apni. Makanya untuk tingkat nasional ini kami harus berjuang keras”, tutupnya.

Di tempat sama, Syafruddin selaku Kepala SMA Negeri 4 Bantaeng mengaku bangga dengan prestasi siswinya. Dari 800 pelajar di sekolah itu, dia berharap Deisy bersama 2 temannya menjadi bintang.

“Kita harap mereka jadi bintang SMA Negeri 4 Bantaeng. Saya sendiri menjual kerupuk dan kue untuk Desy (sapaan akrab Deisy)”, ujar Syafruddin.

Dipertegas bahwa untuk membantu Deisy, Kepsek terpanggil melakukan hal mulia. Kerupuk seharga 5 ribu Rupiah per bungkus dijualnya dengan harga 10 ribu karena orang tua Deisy dia pastikan hanya mampu membiayai konsumsi anaknya dalam perjalanan.

“Ada teman sekolah yang menjual kerupuk, Saya beli 100 bungkus, harga kerupuknya itu 5 ribu, Saya jual 10 ribu kepada orang lain. Saya sampaikan, ini kerupuknya dimakan sambil beramal”, bebernya.

Selisih hasil penjualannya disedekahkan kepada Deisy dan rekannya. Khusus dari Pemerintah, Syafruddin mengatakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng akan memfasilitasi transportasi setelah tiba di Jakarta.

“Kemudian Saya disampaikan pak Kadis, kalau sudah mau berangkat tolong hubungi Saya (Red: Kadis Dikbud Bantaeng, M Basri), biar Saya ketemu di Bandara. Insya Allah ada harapan, ada janji dari pihak Pemerintah”, tegas dia.

Dia pun menitip pesan kepada calon Juara Olimpiade Bahasa Arab itu agar terus belajar karena besar sekali obsesinya untuk belajar sekaligus memenangi kompetisi bergengsi dimaksud. (*)

Read:  Tokoh Budaya Dion Angkat Gitar Menggebrak KPU Bantaeng