Deisy Anak Penjual Ayam Butuh Bantuan Masyarakat Mengikuti Olimpiade Nasional Bahasa Arab

Azzahrah di peringkat pertama tingkat sekolah hingga kabupaten. Dan berhasil menempati posisi Juara ke-III tingkat provinsi saat berkompetisi di Gedung Kampus Cokroaminoto, Kota Makassar, 3 Agustus 2019.

Prestasi itu bagi Deisy sangat membanggakan. Dia mampu membagi waktunya untuk belajar Bahasa Arab di sela kesibukannya membantu sang Ayah di rumah.

Di sekolah dia dibimbing Nur Apni selaku Guru Bahasa Arab. Tak hanya itu kemampuannya sudah terasah sejak duduk di bangku Kelas VII MTs Tumbel Gani di Jalan Bungung Barania, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupatem Bantaeng sekitar tahun 2017.

“Terima kasih atas dukungan dan bimbingan Ibu Guru Nur Apni yang tidak pernah bosan membagi ilmunya kepada kami di sekolah”, ucapnya.

Deisy juga terbilang hebat di bidang studi matematika. Bulan Desember 2018 lalu, pernah mengikuti Mathematic Event di GOR Mallilingi Bantaeng, meski harus puas dengan sertifikat saja.

Read:  Saksikan Pelantikan Ketua PKK Kecamatan, Wabup Bantaeng Tekankan Pentingnya Keluarga Sejahtera

Namun tidak mematahkan semangatnya untuk terus belajar untuk menggapai mimpi lainnya sebagai juara di event berbeda. Berikutnya, dia piawai berbahasa Inggris khususnya British English dengan tingkat penguasaan mencapai 80 persen.

“Ucapan terima kasih juga kepada Wali Kelas kami, Ibu Syahriani Yusuf dan Pembimbing Bahasa Inggris, Ibu Masnah. Selama ini selalu memberikan support untuk selalu lebih giat belajar dan selalu memperhatikan nasehatnya”, tutur Deisy yang memperlihatkan mimik wajah terharu.

Ilmu dan pengetahuan yang dimiliki Deisy dibagi ke teman-temannya dalam berbagai kesempatan khususnya di sekolah melalui Kelompok Belajar Bersama. Uniknya dia menjadi guru mengaji bagi teman-temannya walaupun untuk hafalan baru lancar hingga Juz Amma.

Read:  Perkimtan Bantaeng Dukung Program Rumah Layak Huni

Event tahunan yang dihelat oleh Forum
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (F-MGMP) Bahasa Arab se-Indonesia itu, lagi-lagi memotivasi dirinya untuk menunjukkan kepada khalayak jika dia mampu memberikan yang terbaik, berangkat dari ketidak mampuannya dalam hal ekonomi keluarga.

Di lingkungan SMA Negeri 4 Bantaeng, dia dikenal ulet dan giat belajar. Begitupun keaktifannya dalam lembaga kesiswaan.