Nurdin Abdullah Rangkul KBK: Tahun Depan Kita Bawa Ini Menjadi Event Provinsi

Rencana KBK dijadikan event regional.
Foto bersama Panitia KBK Jilid III dengan HM Nurdin Abdullah (04/11/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Perasaan senang sekaligus bangga dirasakan Panitia KBK (Kemah Buku Kebangsaan) yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Ulu Ere saat menggelar audience bersama Gubernur Sulawesi Selatan (SulSel), HM Nurdin Abdullah yang dilangsungkan di Lantai II Gedung Pengawasan SDKP Kabupaten Bantaeng, Senin malam (04/11/19).

Saat itu Gubernur yang akrab disapa “NA” dalam jamuan makan malam dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Hadir menjamu yakni Wakil Bupati Bantaeng, H Sahabuddin yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Abdul Wahab dan para Kepala OPD lingkup Pemkab Bantaeng.

Menjadi kebiasaan NA sejak lama, dia mendatangi tetamu, termasuk Panitia KBK yang duduk di sebuah meja. Membuka pembicaraan, NA menegaskan agar KBK dibuat lebih besar di masa mendatang.

“Tahun 2020 kita bawa ini ke tingkat regional. Kalau bisa masukkan segera proposalnya, Saya tunggu di Makassar untuk menghubungkan langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi SulSel”, jelas NA.

KBK adalah produk kemandirian yang lahir dari Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, berbekal gotong-royong yang melibatkan pemuda sebagai penggerak. Selain itu masyarakat menjadi bagian tak terpisahkan sejak digelar KBK Jilid I di tahun 2017, KBK Jilid II tahun 2018 dan KBK Jilid III tanggal 19-28 Oktober 2019.

“Pokoknya kita support penuh agar kita tularkan ke daerah lain. Pada edisi berikutnya, seluruh provinsi kita undang supaya bisa mengadopsi kegiatan kita”, pungkasnya.

Dirinya menjamin akan memback-up dari sisi penganggaran. Harapannya bisa lebih besar, apalagi Panitia KBK mencoba mengingatkan jika KBK itu tercetus pertama kali disaat NA masih menjabat Bupati Bantaeng.

“Yang baik-baik itu harus ditularkan, semoga saja Pusat melirik ini dan menjadikan event nasional. Bagaimana kalau kita beri 500 juta Rupiah, mudah-mudahan cukup ya”, tuturnya.

Sentak Takdir, Jamal, Rahman, Ahmad Ismail beserta rekan-rekannya terkejut. Tentu bukan hal mudah kata Takdir membelanjakan anggaran sebesar itu.

Read:  Menuju Sinjai, NA Wajib Mampir Bantaeng

Butuh perencanaan matang, pengelolaan yang apik serta penyusunan kegiatan yang lebih berpola dibanding KBK I, II dan III. Terlebih di KBK III, ketiga Pembina KBK yang didukung sekitar 80 orang Relawan itu mampu merealisasikan KBK hanya bermodalkan gotong royong, semangat dan kerja ikhlas tanpa mengais dana APBD sepeser pun.

Rahman Ramlan selaku Direktur Bonthain Institute yang menyertai pertemuan itu menuturkan bahwa Aliansi Pemuda Ulu Ere tidak terhenti di KBK. Lahir produk lanjutan yang dinamai Duta Lilin (Literasi Lingkungan) dengan Proyek Perubahan (Proper) PINUS (Program Inovasi Untuk Sekolah).

“Biasanya kalau selesai event sudah langsung kelar. Kitap punya Duta Lilin dengan Propernya bernama PINUS yang direkrut dari pelajar SMA sederajat”, ujar dia.

Mereka dibekali pengetahuan terkait Literasi dan Lingkungan yang akan didampingi selam 6 bulan untuk mengedukasi pelajar lainnya di sekolah yang mengutus perwakilan sebagai Duta Lilin.

Read:  Dapat Doorprize STQH, Arifuddin dan Amiruddin Digelari Spesialis Umroh

Hal inilah yang memikat Gubernur SulSel untuk menjadikannya sebagai piloting. Bahkan berharap diaplikasikan di seluruh sekolah khususnya SMA di SulSel.

Tampak pula saat audience diantaranya Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian Kabupaten Bantaeng, Syahrul Bayan, Manager AMBAE, Abdul Azis dan sejumlah Jurnalis dari berbagai media.

Mereka adalah mitra kerja KBK yang memberi support sesuai bidang kerjanya selama ini. Dan tentu masih banyak media partner yang tak sempat hadir, namun telah mendedikasikan diri secara kelembagaan maupun personal terhadap kesuksesan KBK maupun Duta Lilin. (*)

Read:  Malam Takbiran atau Kontes Petasan