Duta Lilin Dengan PINUSnya Dikukuhkan, 2 Sekolah Abstain Tanpa Kabar Jelas

Pengukuhan Duta Lilin Kemah Buku Kebangsaan Jilid III.
Presentase Proper Duta Lilin pada hari ketiga KBK III (27/10/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Di malam ketiga puncak gelaran Kemah Buku Kebangsaan (KBK) Jilid III Tahun 2019, panitia yang dimotori Aliansi Pemuda Ulu Ere mengukuhkan Duta Lilin (Duta Literasi Lingkungan), Minggu malam (27/10/19).

Bertempat di Panggung Merdeka yang berada di sisi Selatan Trans Muntea, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Duta Lilin ini akan segera mengawali implementasi Proyek Perubahan (Proper) yang diberi nama PINUS (Program Inovasi Untuk Sekolah).

“Malam ini kita kukuhkan Duta Lilin untuk segera bekerja di sekolahnya masing-masing. Mereka telah menyiapkan sejumlah proyek yang secara mandiri disusun dan digagasnya”, jelas Takdir selaku Pembina KBK.

Di hari yang sama, sekitar sore hari Duta Lilin dari perwakilan empat sekolah di Kabupaten Bantaeng telah menuntaskan presentasenya di hadapan mentor Rahman Rahman yang juga adalah Direktur Bonthain Institute.

Read:  Berangkat Dari Ide Gila, KBK III Lahirkan Duta Literasi Lingkungan

Demikian halnya tanggal 19 hingga 20 Oktober lalu, telah melewati serangkaian pembekalan. Turut menanamkan seputar pengetahuan literasi yakni Sulhan Yusuf selaku CEO Bonthain Institute.

Hanya saja, sangat disayangkan karena hanya 4 sekolah yang menyetor Proper dan melakukan presentase yakni SMA Negeri 1 Bantaeng, SMA Negeri 2 Bantaeng, SMA Negeri 3 Bantaeng dan MA Muhammadiyah.

“Dua sekolah tidak terlibat dengan tanpa alasan jelas dan terkesan acuh dengan kelanjutan Duta Lilin. Mungkin dipikirnya Duta Lilin ini sama halnya dengan Duta lainnya yang sampai sekarang mencapai puluhan bahkan ribuan pengistilahan”, tegas Ahmad Ismail yang juga Pembina KBK.

Sekolah dimaksud adalah SMA Negeri 6 Bantaeng yang berlokasi di Desa Bonto Tallasa dan SMK Negeri 4 Bantaeng di Desa Bonto Marannu. Keduanya masih dalam wilayah Kecamatan Ulu Ere dan tetap hadir sebagai peserta di area perkemahan.

“Seharusnya sekolah di desa kalau mau maju dan bersaing dengan sekolah yang ada di kota lebih pro aktif. Apalagi kita sudah memberi ruang sebagai sesama generasi Ulu Ere”, ungkap Ismail.

KBK yang digadang-gadang bakal menjadi event tahunan di masa mendatang itu telah mampu memikat banyak pihak untuk terlibat penuh waktu. Termasuk diantaranya sejumlah pemuda Ulu Ere yang selama ini bermukim di luar Kecamatan Ulu Ere hingga luar Kabupaten Bantaeng.

Read:  Dukung Pariwisata Butta Toa, Telkomsel Gencar Sosialisasikan KartuNA Tau Bantaeng

Bagi Ismail, moment itu harus ditangkap dan dimanfaatkan sebesar-besarnya. Tentu kata dia, tidak terlepas dari peranan guru yang menaungi para siswa dan siswi di sekolah itu.

Kembali mengkonfirmasi Pembina KBK lainnya yakni Jamal, pemuda berlatar belakang Ketua Pecinta Alam (KPA) MAPIA itu menerangkan jika Duta Lilin akan tetap di dampingi baik Pembina dan Panitia KBK maupun Mentor serta Narasumber yang mengisi event KBK.

“Selama 6 bulan akan kita dampingi Duta Lilin ini. Kita akan masuk ke sekolah mereka dan terus mengikuti progres pergerakan Propernya”, ujarnya.

Sementara itu, Rahman Ramlan dan Sulhan Yusuf kepada AMBAE menyampaikan pernyataan sama. Titik akhir yang diharapkan, para Duta akan merampungkan Propernya pada peringatan Hari Bumi mendatang. (*)