Tari Pepe’-pepe’ Binaan Disbudpar SulSel Pukau Pengunjung TIF 2019

Hari kedua Toraja International Festival 2019.
Mas’ud Uqbah Al Ansyari, Leader Turiolo Ensembel memainkan saxophone.

Penampilan lainnya di hari kedua itu antara lain Tari Dayak Hudoq dari Provinsi Kalimantan Timur serta atraksi tradisional yang unik dan sakral dari Toraja yakni Gellu To’dolo, Pompang, Manganda, Manimbong, Madandan, Pagellu, Tomina dan Kompetisi Paduan Suara.

Ditambah penampilan Hip-Hop Kupang dan Pameran Kerajinan Tangan di Desa Palawa didukung tersedianya beragam kuliner khas Toraja seperti Deppa Toriq, Pantollo Lendong, Pa’piong dan Dangkot (Daging Kotte) yang tersaji sejak tanggal 19 Agustus 2019 hingga akhir event, Minggu besok tanggal 21 Juli 2019.

“Tidak ketinggalan kuliner Toraja bisa dinikmati sembari menyaksikan tarian tradisional. Sebut saja Deppa Toriq, Pantollo Lendong, Pa’piong dan Dangkot”, urai Syam.

Sementara salah seorang personil Turiolo Ensembel, Mas’ud Uqbah Al Ansyari menuturkan jila dirinya merasa bangga bisa menampilkan kebudayaan daerah di SulSel.

Read:  Family Gathering UNHAS, Liestiaty F Nurdin: Jangan Pakai Plastik

Disaksikan warga SulSel serta pelancong dari luar negeri yang memadati Torut. Penampilan demi penampilan mampu memukau penonton dan mendapat apresiasi dan sambutan hangat.

“Sebuah kebanggaan bisa tampil di Toraja International Festival. Saya sendiri membawakan lagu-lagu khas SulSel”, tuturnya.

Musisi saxophone sekaligus Leader dari sanggar tersebut punya harapan terbesar agar masyarakat semakin mengenal budaya sendiri. Dirinya yakin bahwa SulSel tak kalah hebat dengan daerah lain dalam hal potensi budaya dan seni yang dimiliki baik tradisional maupun kontemporer. (*)