
Alasan itu menjadi salah satu dasar bagi pihaknya sehingga belum semua tujuan wisata dipromosikan dengan melibatkan Vlogger dan Selebgram.
Betapa tidak kata Syam, wisatawan baik domestik maupun internasional sangat membutuhkan informasi yang jelas. Sebut saja fasilitas yang ada seperti parkir, restoran, hotel dan sebagainya.
Fatalnya lagi jika mereka kesulitan mendapatkan daftar harga pada semua fasilitas yang harus disiapkan wisatawan untuk bisa mengunjungi sebuah destinasi.
“Jadi peran pelaku sosial media sangat besar. Tapi perlu juga dipahami, apakah pengelola destinasi misalnya bisa memenuhi kebutuhan Vlogger dan Selebgram untuk dipublish dan dinikmati netizen”, pungkasnya.
Untuk TIF 2019 itu sendiri, Syam bersama tim kerjanya dari Dispar SulSel memfasilitasi keberangkatan Vlogger dan Selebgram.
