Transaksi di ATM Antara Percaya dan Tidak pada Petugas Perbankan

Tampilan mesin ATM.
Salah satu tampilan mesin ATM di Bantaeng (08/05/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Dunia perbankan yang semakin moderen tidak terlepas dari keikutsertaan berbagai modus kejahatan yang menghantui segenap pelaku dunia perbankan termasuk nasabah dan seluruh bentuk kemitraan ataupun seluruh masyarakat yang melibatkan diri dengan transaksi keuangan.

Fenomena yang terjadi, seorang warga bisa terjerembab jauh ke dalam gemerlap penipuan hanya karena tidak ingin diketahui jika dirinya sedang menyongsong rezeki nomplok.

Sebut saja seseorang yang tadinya diduga mendapat hadiah undian lewat SMS (Short Message Service). Alurnya seringkali berakhir di ATM.

Menghindari nasabah terkena penipuan, pihak bank pada umumnya telah membekali petugas keamanan internal semisal Satpam atau apapun istilahnya dengan sejumlah ilmu dan pengetahuan terkait perbankan.

Satu diantaranya bisa membimbing nasabah atau warga yang ingin melakukan transaksi melalui ATM. Bahkan memfasilitasi nasabah jika memerlukan bantuan secara total mulai tiba di ATM hingga meninggalkan mesin yang bisa mengeluarkan uang tersebut.

Read:  T4P Polres Bantaeng Bekuk Pelaku Pencurian Ternak

Pada beberapa kasus, hubungan emosional dapat terjalin dengan baik hanya karena bantuan si Satpam yang dianggapnya berguna dan sangat bermanfaat bagi nasabah. Terlebih jika Satpam dan nasabah memang sudah saling mengenal.

Di Kabupaten Bantaeng misalnya, daerah dengan penduduk dan luas wilayah relatif kecil ini, interaksi seorang warga dengan warga lainnya dapat terjalin begitu cepat. ATM dan fasilitas publik menjadi media silaturahmi yang terbilang efektif.

Read:  Ribuan Pelajar SMP-MTs Bantaeng Ikuti UNBK

Namun tidak sedikit pula mengabaikan layanan bank tersebut. Di Bantaeng sendiri, tidak sedikit kasus penipuan terjadi di ATM.

Dengan berani mentransfer dana ke seseorang setelah mendapati dirinya memenangkan undian dengan hadiah ratusan juta Rupiah. Saking besarnya egoisme, Satpam dipikirnya hanya mentok pada tugas pengamanan saja dan tidak paham seluk beluk perbankan.

Dengan begitu, korban yang mengalami hal seperti itu memilih untuk tidak melaporkan ke pihak berwajib karena malu. Sebagian lagi terpaksa melapor barulah setelah beberapa hari lamanya.

Read:  Batik Bike to School Gandeng Telkomsel Sosialisasikan Internet Baik

Ramadhan yang penuh berkah bukan tidak mungkin modus-modus penipuan seperti itu tidak akan terjadi. Bahkan relatif konstan dan meningkat dibanding diluar bulan Ramadhan.

Hanya saja, nasabah tidak serta merta harus mempercayai siapapun terkait keamanan sebuah transaksi. Di beberapa daerah, petugas perbankan pun telah menjadi bagian dari sindikat besar sebuah kejahatan.

Tentu tips paling jitu yang harus dipedomani, minimal selalu waspada dan selektif menerima bantuan karena bisa bermanfaat atau malah berujung ditipu. (*)