Gelar Raker, Bunda Pustaka SD Negeri Borong Rancang Proker Tahunan

 

Raker Proker 2022-2023.
Rapat Kerja Pengurus Bunda Pustaka berlangsung di Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong (09/06/22).

AMBAE.co.idMakassar. Bunda Pustaka SD Negeri Borong Makassar periode 2022-2023, mengadakan Rapat Kerja (Raker) untuk menyusun agenda selama setahun ke depan. Rapat Kerja yang dipimpin Mulyati Husain selaku Ketua Bunda Pustaka dan diikuti oleh pengurus dan anggota ini, diadakan di Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong, Kamis, 9 Juni 2022.

“Kamis adalah hari yang kami tetapkan sebagai pertemuan rutin Bunda Pustaka,” terang Andi Ike selaku Sekretaris Bunda Pustaka.

Sebelum rapat kerja ini, Bunda Pustaka telah mengadakan pertemuan dengan Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, guru-guru, dan penggiat literasi Rusdin Tompo, pada Jumat, 3 Juni lalu.

Selanjutnya, Bunda Pustaka menggelar pertemuan dengan Ketua Komite Sekolah SD Kompleks Borong, Drs H Marzuki dan Komite Kelas, pada Sabtu, 4 Juni 2022. Pertemuan ini juga dihadiri Hj Hendriati Sabir.

“Kami sudah rapat dengan Kepala Sekolah dan Ketua Komite, Alhamdulilah mereka sangat mendukung rencana program Bunda Pustaka,” ujar Mulyati Husain, saat memulai rapat kerja.

Di pekan kedua bulan Juni 2022 ini, Bunda Pustaka mengadakan pertemuan guna membahas dua agenda penting. Pertama, tentang Program Kerja (Proker) yang akan dilakukan selama setahun. Program tersebut dibagi ke masing-masing bidang, agar programnya bisa terkoordinir dengan baik.

Read:  Bunda Baca SulSel Rogoh Kocek Pribadi Ramaikan Perpustakaan Benteng Rotterdam

Meski dilakukan distribusi tugas dan tanggung jawab, namun dalam pelaksanaannya tetap dilakukan secara bersama-sama. Semua anggota Bunda Pustaka terlibat, bila ada kegiatan yang dilakukan sebagai wujud kebersamaan dan kekompakan.

Beberapa program Bunda Pustaka diusahakan sejalan dengan program sekolah dan untuk mendukung Perpustakaan Gerbang Ilmu. Diantaranya, melanjutkan program Adiwiyata, mengingat SD Negeri Borong, tahun lalu, berhasil meraih Adiwiyata Nasional.

Rencananya, akan dibuat tugu Adiwiyata dari bahan-bahan daur ulang. Dari diskusi Rusdin Tompo dengan Kepala Sekolah, yang juga disampaikan ke Bunda Pustaka, pembuatan tugu Adiwiyata ini dilakukan berkolaborasi dengan seniman perupa.

Read:  Dulu Naik Angkot 2 Kali, Andi Etty Kini Pemegang Stempel SD Negeri Parinring

Program lain yang akan dilakukan, yakni peningkatan kegiatan keagamaan, dalam hal Jum’at ibadah. Kegiatan ini melibatkan guru, siswa maupun orang tua siswa.

“Masih ada beberapa program lain yang kami buat untuk mendukung program sekolah,” ungkap Ibu dari Andi Aisyah Ramadhani, murid kelas 2, hingga karib disapa Bunda Icha.

Ditambahkan, Bunda Pustaka akan lebih banyak melakukan kunjungan keluar sekolah. Tujuannya agar Bunda Pustaka lebih dikenal dan untuk menambah jaringan.

Selain itu, agar anak-anak yang diajak juga bisa punya pengalaman baru dan bertambah wawasan. Agenda penting kedua, yakni Bunda Pustaka membahas rencana bazar dan pentas seni, yang dikemas dengan nama MaCCa (Makassar Children Culture Festival. MaCCa). Merupakan program sekolah yang pernah diadakan tahun 2018. Namun terhenti selama pandemi Covid-19.

Kali ini, MaCCa akan diadakan pada Kamis,16 Juni 2022. Selama gelaran MaCCa, akan ada suguhan pertunjukan seni dan penjualan beragam kuliner dengan harga yang terjangkau.

Read:  Literasi di Kabupaten Gowa Mesti Digaungkan

Beberapa penganan yang dijual merupakan hasil buatan anggota Bunda Pustaka. Jadi, diharapkan ruang aktivitas dan kreativitas Bunda Pustaka juga semakin bervariasi pada periode ini.

Dalam rapat kerja yang berlangsung santai itu, beberapa ibu terlihat asyik membuat kerajinan sebagai bahan dekorasi panggung. Namun mereka juga sesekali urun rembug memberi masukan.

Rapat kerja ini terasa ramai oleh anak-anak Bunda Pustaka yang bermain dan beraktivitas di dalam perpustakaan. Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu, Saparuddin Numa, S.I.P, hadir pula membantu merumuskan program kerja Bunda Pustaka.

Begitupun dengan Rusdin Tompo, yang jadi teman diskusi ibu-ibu saat mereka merancang dan merencanakan program kerja. Keberlanjutan komunitas ibu-ibu orang tua siswa SD Negeri Borong ini bisa terjaga karena sebagian besar merupakan pengurus lama. Ada beberapa wajah baru, yang diharapkan dan memberi warna bagi program dan kemajuan Bunda Pustaka, serta gerakan literasi sekolah. (*)