9 Dari 11 Shaf Masjid Taqwa Tompong Terisi Penuh Jama’ah Tarwih 29 Ramadhan 1443 H

 

Shalat Tarwih terakhir tahun 1443 H di Masjid Tompong.
Jama’ah perempuan menunaikan shalat berjama’ah di Masjid Besar Taqwa Tompong Bantaeng (30/04/22).

AMBAE.co.idBantaeng. Kawasan religius sepertinya patut disematkan pada Lingkungan Tompong, Lingkungan Lantebung serta sebagian Lingkungan Kalimbaung. Masyarakat di tiga Lingkungan yang mendiami Kelurahan Letta, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng itu meramaikan pelaksanaan Shalat Isya hingga Shalat Tarwih dan Shalat Witir berjama’ah di Masjid Besar Taqwa Tompong.

Masjid tertua kedua di Provinsi Sulawesi Selatan itu dipadati jama’ah, padahal Shalat Tarwih kali ini menjadi yang terakhir di bulan suci Ramadhan 1443 H. Berbeda suasananya dengan sejumlah masjid lainnya yang justru semakin sepi menjelang Idul Fitri.

Pantauan langsung AMBAE pada Sabtu malam, 30 April 2022, 9 dari 11 shaf terisi penuh pada bagian utama bangunan masjid. Yang mana dari total 11 shaf itu diperuntukkan bagi jama’ah laki-laki.

Pada sayap kanan juga terisi penuh jama’ah laki-laki untuk total 11 shaf. Ditambah 11 shaf jama’ah perempuan di sayap kiri.

Lalu di sisi kiri belakang, tepat di luar bangunan utama (dulunya teras masjid) diisi 4 shaf perempuan dengan kapasitas sekitar 11 orang per-shaf. Sedangkan kanan belakang tampak kosong dari 4 shaf laki-laki yang seharusnya mengisinya.

Begitu pula shaf tambahan (area hasil pengembangan masjid) yang berjumlah 8 shaf diantara tempat berwudhu untuk masing-masing setengah bagi jama’ah laki-laki dan setengah jama’ah perempuan, terlihat kosong tanpa satu pun jama’ah yang shalat.

Read:  Korban Tenggelam Bekas Galian C Dievakuasi PSC 119

Namun begitu, kondisi yang rill bahwa sehari-hari termasuk di luar bulan Ramadhan, memang hanya terisi bangunan utama, sayap kanan, sayap kiri, dan sisi kanan-kiri belakang, kecuali saat pelaksanaan Shalat Jum’at. Itu berarti jumlah jama’ah yang melaksanakan Shalat Isya dan Shalat Tarwih di penghujung Ramadhan 1443 H diyakini cukup padat.

Penting diketahui pula, tiap shaf di bangunan utama dapat diisi sekira 20-23 jama’ah. Bahwa pada shaf keempat dan kedelapan terjadi pengurangan kapasitas 3-4 orang karena berdirinya tiang penyangga dari beton yang membungkus tiang kayu dari struktur asli masjid.

Di ujung shaf, yakni shaf kesebelas juga sedikit berkurang jama’ah yang bisa menempatinya shalat karena keberadaan dua pintu masuk dan keluar serta akses tangga ke lantai atas (area lama masjid yang dijaga kualitas strukturnya tetap aman). Lalu, pada sayap kanan dan kiri, lazimnya dapat diisi sekitar 7 orang jama’ah tiap shaf-nya.

Jama’ah antusias menunaikan Shalat Isya hingga melanjutkan Shalat Tarwih. Di Masjid ini diterapkan Shalat Tarwih 8 raka’at ditambah Shalat Witir 3 raka’at oleh Imam berbeda serta dilanjutkan kembali dengan 20 raka’at bagi sebagian besar jama’ah yang lainnya dengan dipimpin Imam pertama.

Read:  Sandiaga Uno Kunjungi Desa Wisata Kambo: Semoga Juara

Hanya saja, malam ini tidak digelar Shalat Witir usai raka’at ke-8 Shalat Tarwih, nanti dilaksanakan sekira pukul 02:30 WITA. Mengingat untuk malam-malam ganjil mulai malam ke-21 Ramadhan dilaksanakan Shalat Tasbih sekira mulai pukul 02:00 WITA.

Hal itu disampaikan Muhtar Lutfi selaku Sekretaris Pengurus Masjid Besar Taqwa Tompong melalui pengeras suara. Sekaligus mengantar sebagian kecil jama’ah, terlebih dahulu bergegas kembali ke rumah sebelum datang lagi nantinya untuk menunaikan Shalat Tasbih.

Di malam ke-29 ini pula tidak disiapkan seorang Da’i ataupun Ustadz untuk berceramah. Hanya sambutan dari jajaran Pengurus Masjid Besar Taqwa Tompong yang memberikan wejangan-wejangan, motivasi, nasehat, dan informasi penting seputar Ramadhan serta Idul Fitri.

“Sesuai kesepakatan kita, malam pertama Ramadhan dan malam ini, malam terakhir Ramadhan tahun 1443 Hijriyah, tidak ada ceramah Islamiyah. Izinkan Saya berdiri di hadapan Bapak/Ibu, orang tuaku sekalian para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat menyampaikan beberapa hal mengenai masjid kita ini, juga mengenai Rumah Tahfidz dan Yayasan kita,” tutur Ketua Pengurus Masjid Besar Taqwa Tompong, H Thamrin Labandu dalam sambutannya.

Thamrin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jama’ah dengan segala kebersamaan untuk meramaikan masjid yang mirip Masjid Demak itu selama bulan suci Ramadhan 1443 H. Bahkan telah menyisihkan sebagian hartanya di jalan Allah SWT dengan menyumbang ke masjid, rumah tahfidz, dan yayasan yang dikelola masjid.

“Alhamdulillah selama Ramadhan ini, kita Shalat khususnya Shalat Tarwih, kita dipimpin Imam Tetap penghafal Al-Qur’an 30 Juz. Alhamdulillah tidak pernah tidak hadir dan Alhamdulillah sehat selalu. Mudah-mudahan ini (padatnya jama’ah) bisa lebih meningkat, lebih banyak di tahun-tahun berikutnya,” harap dia di hadapan ratusan jama’ah.

Di samping itu, Thamrin juga memuji jama’ah yang senantiasa meramaikan Shalat Fardhu, Shalat Rawatib serta Shalat Sunnah lainnya di luar bulan suci Ramadhan. Kajian-kajian tidak lupa dihadirkan mulai Shalat Shubuh, begitu pun keaktifan dari Majelis Taklim dan Remaja Masjid.

“Terima kasih kepada anak-anak kita para Pengurus Remaja Masjid, bekerja sama dengan Majelis Taklim dan Rumah Tahfidz, sukses melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an, 5 hari di bulan Ramadhan ini. Tadi siang juga masjid kita ini menjadi juara Lomba Adzan tingkat Kecamatan Bantaeng, diwakilkan anak kita dari Rumah Tahfidz,” pungkasnya.

Penelusuran AMBAE, lomba bertajuk “Gebyar Adzan Berkumandang di Butta Toa” itu dimenangkan Akbar Ababil. Diutus oleh Pengurus Masjid Besar Taqwa Tompong sebagai Muadzin. (*)