Nikmati Libur Panjang, NA dan Liestiaty F Nurdin Mencangkul

Sisa libur panjang.
Lies (hijab merah) dan NA (topi koboi) menebar benih ikan di Kawasan Wisata Pucak, Maros (01/11/20).

AMBAE.co.id – Maros. Sisa libur panjang di akhir Oktober 2020 dimanfatkan dengan baik oleh 2 petinggi Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel). Tak lain adalah Gubernur SulSel, HM Nurdin Abdullah bersama sang Isteri, Hj Liestiaty F Nurdin.

Keduanya menyiapkan waktu penuh bercocok tanam di lahan miliknya di sekitar Kawasaan Wisata Pucak, Kabupaten Maros pada Minggu (01/11/20). Di kebun itu dikembangkan sejumlah komoditi buah-buahan seperti durian, rambutan dan mangga.

“Hari Minggu ini, Saya dan Bapak (Red: Gubernur SulSel) bercocok tanam”, tutur Lies.

Lies bahkan mencangkul tanah kecokelatan sebelum menanam bibit buah. Demikian halnya NA, sapaan akrab Nurdin Abdullah, mereka tampak menikmati akhir pekan.

Read:  Berseragam Ungu Dekranasda SulSel Bagikan Paket Buka Puasa Untuk Warga Galesong Utara

Di atas lahan itu juga dibuat empang untuk ikan. Lies kemudian menebar benih ikan ke dalamnya, tiap kantong berisi sekitar seribu ekor.

“Iya, jadi kita juga ada empang di sini. Tadi Alhamdulillah sudah kita tebar ya, benih ikannya”, tambah Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi SulSel itu.

Pekarangan rumah pun kata dia, bisa dimanfaatkan. Misalnya menata untuk kebun mini hingga kolam ikan, sayuran dan buah bisa ditanam sehingga tidak harus ke pasar lagi hanya untuk kebutuhan yang ringan.

“Kalau perlu hidroponik dan metode lain itu, Saya kira banyak cara bisa kita lakukan. Mau cabe, tomat atau kangkung, tinggal petik saja”, imbuhnya.

Sementara itu, NA mengajak masyarakat sekitar lebih kreatif mengolah lahannya. Dirinya berharap kesejahteraan masyarakat lebih meningkat dengan mengikuti pola bercocok tanam seperti dilakukannya.

Read:  Video: Opening Pasar Murah Ramadhan

Di samping mengembangkan tanaman jangka pendek, juga memelihara tanaman jangka panjang. Lulusan Ilmu Kehutanan itu meyakinkan, jika manusia menjaga alam maka niscaya alam akan menjaga juga keberlangsungan hidup manusia. (*)