ASN DisBudPar SulSel Kenakan Pakaian Adat, Denny Irawan Saardi: Kita Jadi Contoh

Peringatan Hari Jadi SulSel yang ke-351 tahun.
Kepala DisBudPar SulSel (kedua dari kiri) mengenakan pakaian adat suku Bugis untuk memperingati Hari Jadi SulSel ke-351 (19/10/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Suasana sentak berubah dan berbeda dari biasanya di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (DisBudPar) Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) yang berlokasi di bilangan Jalan Jenderal Sudirman Makassar. ASN (Aparatur Sipil Negara) berkantor dengan mengenakan pakaian adat.

Menariknya lagi, mereka berbagi untuk mengenakan salah satu pakaian adat dari 4 etnis yang mendiami SulSel yakni Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Tak hanya Kepala Bidang ataupun Kepala Seksi dan level Pejabat lainnya, pada level staf pun melakukan hal sama.

Di kantor yang bertetangga dengan Rumah Jabatan Gubernur SulSel tersebut, ASN mengikuti LIVE Streaming Peringatan Hari Jadi SulSel ke-351 tahun. Ditayangkan di media sosial Instagram dan Facebook akun milik Humas SulSel.

Read:  DPRD Luwu Sambangi DisBudPar SulSel Minta Dukungan Pengembangan Pariwisata

Sementara Kepala DisBudPar SulSel, Denny Irawan Saardi hadir langsung di pusat acara yang secara tatap muka di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi SulSel. Di mana digelar Sidang Paripurna dalam rangka Peringatan Hari Jadi SulSel yang ke-351 tahun.

“Jadi Saya memakai pakaian adat khas Bugis. Warna merah untuk baju Tutu’, jenisnya jas dan Saya juga pakai Lipa’ Sabbe (jenis sarung sutera)”, ungkap Denny kepada AMBAE, Senin (19/10/20).

Pada bagian tutup kepala, dia memakai Songko’ Recca atau Songko’ To Bone. Dan tak ketinggalan masker berwarna merah putih sebagai hal wajib untuk memenuhi protokol kesehatan, terutama selama Pandemi COVID-19.

“Iya, kita jadi contoh bagi semua pegawai, kepada semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan semua kalangan masyarakat. Sudah menjadi Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) kami di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan untuk selalu terdepan dan menjadi corong terkait 2 hal tadi, sektor budaya dan sektor pariwisata”, tegasnya.

Dirinya kemudian menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajarannya. Kebiasaan lama yang sudah tertanam itu harus dipertahankan dan dilanjutkan kata Denny, memperingati dan memeriahkan Hari Jadi provinsi ini melalui cara berpakaian.

Read:  Disbudpar SulSel Meriahkan Pembukaan Toraja International Festival 2019

Di samping, melestarikan budaya dan sejarah untuk selanjutnya direalisasikan dan diaktualisasikan ke dalam ruang lingkup kehidupan bermasyarakat. Fashion yang kini semakin dipengaruhi kemajuan teknologi, jangan sampai menghalangi untuk sesekali mengenakan pakaian adat.

“Memakai pakaian adat Sulawesi Selatan adalah bagian dari upaya menghargai para pendahulu kita. Sarat makna untuk kita teruskan pada anak cucu kita, mereka juga harus tahu, makanya siapa lagi yang memulai, kita kan?”, tuturnya.

Denny berharap bisa berfoto bersama jajarannya dengan pakaian beragam. Tentu kata dia, selepas kegiatan di DPRD SulSel. (*)