Pakai Helikopter Puma, Gubernur SulSel Pantau Hulu Sungai Asal Banjir Luwu Utara

Pemantauan pasca banjir Luwu Utara oleh Nurdin Abdullah.
Kondisi pasca banjir Luwu Utara dari hasil pemotretan udara (16/07/20).

AMBAE.co.id – Luwu Utara. Banjir yang melanda Kabupaten Luwu Utara beberapa hari lalu mendapat perhatian khusus Gubernur Sulawesi Selatan (SulSel), HM Nurdin Abdullah. Betapa tidak, saat banjir terjadi dirinya sedang berada di Jakarta.

Karenanya, dia menyiapkan waktu khusus guna melihat dan meninjau kondisi daerah itu melalui pantauan udara. Bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Provinsi SulSel, Nurdin memantau dari atas helikopter milik TNI-AU.

“Mudah-mudahan masyarakat yang dilanda dan kena dampak banjir diberi kesabaran dan ketabahan”, kata Nurdin usai terbang dengan helikopter jenis puma.

Tak hanya area terdampak banjir, Nurdin juga melakukan pemantauan di sekitar hulu sungai. Hasil pemotretan udara memperlihatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Masamba dan Sungai Radda dipenuhi material lumpur.

Read:  Merasa Kehilangan, Liestiaty F Nurdin Dampingi Gubernur SulSel Melayat Jenazah A Muallim

Menyebar hingga area permukiman masyarakat. Lumpur yang begitu tebal, bahkan membuat sebagian rumah tenggelam dan menyebabkan korban jiwa.

Sementara itu, Menteri PUPR, Mochamad Basoeki Hadimoeljono meninjau jalan dan jembatan di lokasi pasca banjir melalui jalur darat. Keduanya membagi area pemantauan sejak bertemu di Bandara I Lagaligo Bua di Kecamatan Bua.

Di hari yang sama, Forkopimda SulSel menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara di Bandara Andi Djemma di Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba, Kamis (16/07/20). Bantuan diterima Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dan disaksikan Nurdin.

“Inshaa Allah lebih banyak lagi bantuan akan datang. Tentu ini wujud kepedulian kita kepada masyarakat kita”, terang Gubernur SulSel.

Banjir, tepatnya di daerah Masamba itu kata Indah, diakibatkan curah hujan tinggi yang berujung longsor. Diperkuat laporan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Utara serta Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Sungai Rongkong.

“Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi. Dan mengalami Longsoran di lebih 20 titik yang ada di pegunungan”, jelas Indah.

Banjir membawa lumpur pun mengalir melalui Sungai Masamba hingga kawasan penduduk. Dari hasil assessment, data sementara menyebutkan jika longsoran cukup besar terjadi di Pegunungan Lero yang mengarah ke Sungai Radda. (*)