Tahun 2019 SulSel Berhasil Kembangkan Lima Sektor

Keberhasilan Pemprov SulSel mengembangkan 5 sektor.
Pemaparan keberhasilan Pemprov SulSel oleh Nurdin Abdullah (20/04/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Sejak tahun 2019 hingga awal tahun 2020, Pemprov SulSel (Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan) berhasil mengembangkan lima sektor paling vital untuk kemajuan sebuah daerah. Keberhasilan itu kata Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah menjadi modal utama untuk menyusun Rencana Kinerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021.

“Capaian pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2019 sangat menggembirakan kita semua. Penyusunan RKPD ini sangat strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah”, ungkap dia.

Hal itu disampaikan saat memimpin Musrenbang Tingkat Provinsi SulSel melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting dari ruang kerjanya di Kota Makassar, Senin (20/04/20). Video Conference diikuti para pejabat Pusat serta Provinsi dan Kabupaten/Kota yang ada di SulSel.

Read:  HPMB Siapkan Kadernya Bangun Bantaeng

Lanjut dia yang akrab disapa NA bahwa Pemerintah masih dihadapkan berbagai tantangan dan permasalahan pembangunan. Dimana permasalahan itu adalah tanggung jawab bersama, bagaimana menemu kenalinya lalu mendapatkan solusi yang tepat.

Adapun 5 sektor yang berhasil dikembangkan sekaligus menjadi perhatian Pemprov SulSel di tahun-tahun berikutnya, yang pertama terkait pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) di SulSel yang diukur melalui indeks pembangunan manusia atau IPM.

Read:  Nilai Anak Rentan Di Masa Pandemi, Bunda PAUD SulSel Siapkan Media Belajar Edukatif

Meski telah melampaui target kinerja tahun 2019 dengan nilai IPM 71,66 dan menjadi status tinggi, pihaknya meyakini masih perlu untuk dipacu agar mencapai IPM yang sangat tinggi dan melampaui IPM nasional sebesar 71,92.

Berikutnya terkait pertumbuhan ekonomi SulSel di tahun 2019. Secara mendasar terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi, namun pertumbuhannya jauh lebih tinggi dibanding nasional.

Read:  Gubernur SulSel Angkat Bicara Gegara Muslim Selandia Baru Ditembaki

Ketiga kata NA, pembangunan infrastruktur yang belum merata menjadi penyebab adanya kesenjangan antara wilayah serta antar lapisan masyarakat yang ada di SulSel. Keempat, harus ada optimalisasi pengelolaan varietas unggulan. Hal itu akan menentukan nilai tambah perekonomian.

“Pengelolaan varietas unggulan menjadi faktor penentu meningkatnya nilai tambah perekonomian”, jelasnya.

Dan yang kelima dalam pemaparannya menyampaikan terkait tata kelola pemerintahan. Harus ada perbaikan kata dia serta semakin ditingkatkan di masa mendatang. (*)