KPU Bantaeng Bincangkan Buku Para Relasi

Buku Dari Relasi ke Literasi.
Mahdita Ayu Mentari membaca sepenggal tulisan dalam Buku Dari Relasi ke Literasi (25/12/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Kembali menggema Buku “Dari Relasi ke Literasi” terbitan Liblitera melalui Bincang Buku dengan menghadirkan puluhan pegiat, pemerhati serta pecinta gerakan literasi di Kabupaten Bantaeng.

Bincang Buku digelar di Pelataran Sekretariat Bonthain Institute di Kompleks Stadion Mini Lamalaka Bantaeng, Rabu (25/12/19). Relawan Demokrasi (Relasi) yang menjadi Penulis buku sengaja mendatangkan Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Bantaeng, Hamzar beserta para Komisioner dan jajaran KPU yang mereka sebut sebagai inisiator lahirnya buku setebal 309 halaman itu.

Sebelumnya buku itu dilaunching di Gedung Balai Kartini Bantaeng beberapa bulan lalu. Hingga membumi di Bantaeng pada khususnya dengan sebuah gerakan road show yang dilakukan KPU Bantaeng agar masyarakat bisa membaca buku tersebut.

Read:  Beranikan Lari Pakai Baju Adat, Dispar SulSel Hadiahi 1,5 Juta

Alhasil pada Rabu malam, 3 Pembicara siap membincangkannya. Hamzar mengaku kegiatan itu sepenuhnya ditangani para Relasi dan tidak sepeser pun menggunakan anggaran KPU.

“Alhamdulillah, Bincang Buku yang terlaksana dengan suasana sedemikian rupa penuh santai ini karena inisiatif teman-teman Relawan Demokrasi. Sepeser pun tidak ada dana KPU yang dipakai”, ungkapnya.

Bahkan kata dia, karena kerja-kerja Relasi, KPU Bantaeng dicatatkan di peringkat 5 besar se-Provinsi Sulawesi Selatan atas pencapaian tingkat partisipasi masyarakat kurang lebih 82,26 persen pada Pemilu (Pemilihan Umum) Serentak 2019.

Relasi ini awalnya berjumlah 55 orang dari berbagai latar belakang pendidikan, status dan menyasar 11 basis pemilih. Dalam perjalanan sosialisasi, 1 orang diantaranya meninggal dunia dalam tugas.

Read:  6 Tuntutan HPMB-Raya Bantaeng Warnai Peringatan Hardiknas 2019

Tersisa 54 orang yang meneruskan perjuangan kerelawanan untuk membantu KPU sebagai penyelenggara Pemilu dalam mewujudkan Pemilu yang berdaulat karena masyarakat dapat lebih memahami terkait tata cara hingga proses untuk memilih para kandidat Presiden dan Wakil Presiden RI serta wakil rakyat di parlemen baik DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten Bantaeng pada 4 Dapil (Daerah Pemilihan) yang ada.

Dibenarkan Sulhan Yusuf selaku CEO Bonthain Institute sekaligus Pendiri Rumah Baca Boetta Ilmoe serta Editor Buku para Relasi. Dia yang juga disiapkan menjadi salah seorang Narasumber malam itu bersama Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin dan Mantan Komisioner KPU Bantaeng Periode 2008-2013/2013-2018, Andi Harianto mengajak para pegiat literasi untuk bersama-sama membumikan gerakan yang baik dan penuh makna itu di masyarakat.

“Dari 54 Relasi ini, 45 diantaranya mendedikasika diri menulis dalam buku ini. Perjalanan bertugas sebagai Relasi dikisahkan dalam bentuk karya sastera”, jelas dia.

Buku itu paling tidak, akan menjadi rujukan menuju Pemilu berikutnya. Demikian halnya untuk kembali melahirkan Relasi yang keempat, diketahui Relasi di tahun 2019 yang ketiga dibentuk KPU Bantaeng.

Read:  Fase Kedua BLK Bantaeng Dimulai, NA: Bukan Kita Dilamar Pekerjaan

Seorang Relasi pada malam itu berkenan membacakan kisah inspiratif yang dituliskan Ahriani dengan tajuk “Karena Relasi”. Adalah Mahdita Ayu Mentari, Relasi yang juga berprofesi sebagai Tenaga Honorer Pemkab Bantaeng mampu membagi waktunya sebagai Relawan dan menuliskan kisah itu yang berjudul “Kerelawanan Sebagai Manifestasi Jiwa”. (*)