Gaya “Sulengka” Ilham Azikin di Moment Maulid Rasulullah SAW Bikin Dekat Warganya

Acara Maulid warga Desa Lonrong.
Bupati Bantaeng (kiri) menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di salah kediaman salah seorang warganya (22/12/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Maulid Rasulullah SAW oleh sebagian masyarakat Kabupaten Bantaeng masih diperingati hingga hari ini, dimana sudah tiba di tanggal 25 Rabiul Akhir 1441 Hijriyah, bertepatan dengan hari Ahad, 22 Desember 2019 untuk penanggalan Masehi.

Warga Desa Lonrong misalnya, menggelarnya begitu sederhana. Daeng Ancu, Tokoh Masyarakat disana mengundang Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin guna menghadiri Maulid di kediamannya.

Ilham datang didampingi 3 orang stafnya. Dengan gaya yang sama, Ilham duduk sila (sulengka) menikmati makanan yang disajikan.

Read:  KOMPAK Uji Coba Rumput Laut, Wabup Bantaeng Minta Keseriusan Diskanlut

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diwarnai dengan lantunan Dzikir dan Barzanji. Ritual seperti ini banyak ditemui di Bantaeng dan Provinsi Sulawesi Selatan pada umumnya.

Pria bernama lengkap Syamsul itu mengaku bersyukur karena sang Bupati dapat memenuhi undangannya. Dia lalu berharap suatu waktu dapat mengundangnya lagi pada acara berbeda.

“Mudah-mudahan bisa ki lagi datang pak Bupati nanti. Ini lagi Saya sudah sangat senang, terima kasih pak”, ujar Ancu dengan dialeg khas Bantaeng.

Sementara itu, Ilham menanggapi serius harapan warganya. Dia meminta pertemuan mendatang dibuat lebih terbuka lagi, misalnya di kebun-kebun sembari menyeruput kopi.

“Kalau ada acara ta, hubungi ka. Nanti kita ngopi-ngopi di kebun supaya suasananya beda”, imbuhnya.

Kembali dirinya mengajak warga yang hadir saat itu untuk berkunjung ke kediaman dimana dia tinggal saat ini. Tepatnya di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng yang berlokasi di Jalan Gagak Nomor 3, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng.

Read:  Andi Ichsan dari Dinkes Bantaeng Jadi Artist Semalam

Dikesempatan itu pula, Ancu beserta beberapa kerabat dan tetangganya berbincang lepas dengan Ilham. Satu diantaranya yang dibahas terkait kondisi pertanian di Lonrong yang membutuhkan sentuhan lebih dari Pemerintah. (*)