Ketiga Kalinya Bantaeng Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM

Penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM.
Bupati Bantaeng (ketiga dari kanan) usai menerima Penghargaan Kabupaten Peduli HAM (09/12/19).

AMBAE.co.id – Bandung. Pemerintah Kabupaten Bantaeng kembali dinobatkan sebagai salah satu Kabupaten dan Kota Peduli HAM (Hak Asasi Manusia) setelah meraih penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia (Kemenkumham RI).

Penghargaan diserahkan langsung Menkumham, Yasonna H Laoly kepada Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin pada peringatan Hari HAM Sedunia yang ke-71 tahun yang dilangsungkan di Gedung Muesum Konferensi Asia Afrika, di Jalan Asia Afrika Nomor 65, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin malam (09/12/19).

Hadir mendampingi Ilham diantaranya Kepala Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng, Muhammad Rivai Nur. Penghargaan itu kata Rivai merupakan yang ketiga kalinya yang berturut-turut diraih sejak tahun 2017, 2018 dan 2019.

“Untuk ketiga kalinya Kabupaten Bantaeng mendapatkan penghargaan Kabupaten Peduli HAM dari Kemenkumham. Pertama itu di tahun 2017, disusul tahun 2018 dan tahun ini kita kembali meraihnya, Alhamdulillah”, jelasnya kepada AMBAE.

Selain Bantaeng, 14 Kabupaten/Kota di SulSel (Sulawesi Selatan) juga meraih penghargaan yang sama, termasuk Kabupaten Maros dan Kota Makassar. Sementara di seluruh Indonesia hanya 147 dari 514 Kabupaten/Kota yang mendapat penghargaan.

Read:  Pengembangan Kopi Daulu Jadi Prioritas Revisi RPJMDes Pattaneteang

Menkumham menuturkan bahwa penghargaan ditujukan untuk memotivasi dan mendorong daerah terhadap pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Namun yang terpenting kata Yasonna adalah realisasi dari program dan kegiatan yang dilakukan.

“Penghargaan kita berikan untuk memotivasi, dan mendorong realisasi pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Terutama pemenuhan hak dasar di bidang kesehatan, pendidikan, hak-hak perempuan dan anak, perumahan yang layak lingkungan yang berkelanjutan serta hak atas pekerjaan”, tutur Yasonna.

Dikesempatan itu pula Ilham mendapat kehormatan, 1 dari 7 Bupati/Walikota di Indonesia sebagai Narasumber. Di hadapan Menkumham dan para Kepala Daerah se-Indonesia, Bupati Bantaeng memaparkan inovasi-inovasi yang ditelorkan daerah berjuluk Butta Toa (Tanah Tua).

“Izinkan kami menampilkan 3 inovasi yang kami miliki dan terapkan di daerah kami. Mudah-mudahan menjadi bahan sharing bagi Bapak/Ibu Bupati dan Walikota”, ujarnya.

Dia meyakinkan bahwa Kabupaten Bantaeng terus bergerak bersama daerah lainnya di SulSel dan Indonesia pada umumnya. Hal itu telah menjadi komitmen dirinya bersama H Sahabuddin selaku Wakil Bupati Bantaeng yang akan memimpin Kabupaten Bantaeng hingga tahun 2023.

“Kami hadir sebagai keberlanjutan dari Pemerintahan sebelumnya, Bapak Prof Nurdin Abdullah yang kini menjabat Gubernur SulSel”, tegas Ilham.

Inovasi yang digagas dan dicanangkan Nurdin Abdullah dilanjutkan demi kemajuan Bantaeng yang kini hadir dengan tagline “Selangkah Lebih Jaya”. Dalam kurun waktu setahun kepemimpinan Ilham, Bantaeng bahkan telah melahirkan inovasi baru diantaranya Klinik Layanan Hukum dan Bantuan Hukum Non Litigasi. (*)

Read:  Bantaeng Menuju Kota Santri, Bupati: Perda Nomor 5 Tahun 2012 Jadi Payung Kita