Duta Lilin yang Menggoda Segera Grand Launching

Rapat persiapan Grand Launching Duta Lilin.
Persiapan Grand Launching Duta Lilin oleh para Pegiat Literasi Bantaeng (16/11/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Kemah Buku Kebangsaan (KBK) Jilid III yang digelar tanggal 24-28 Oktober 2019 lalu patut berbangga dengan lahirnya Duta Lilin (Literasi Lingkungan). Tidak sekedar dilahirkan layaknya duta lain yang kemudian lahir kembali di tahun berikutnya dan seolah tak bergerak tapi langsung mati.

Duta Lilin terus bergerak dan beraktifitas di lingkungan sekolah serta membangun komunikasi, koordinasi serta jejaring lebih luas di daerah berjuluk Butta Toa (Tanah Tua). Termasuk didalamnya memasuki lingkungan Pemerintahan, Dunia Usaha dan Komunitas untuk bermitra.

Pembina KBK, Rahman mengaku takjub dengan gebrakan yang dilakukan Duta Lilin. Energi baru terus menggelora kata dia dengan hadirnya 3 perwakilan OPD Pemkab Bantaeng pada Pelatihan Duta Lilin dan Relawan Pendamping pada Sabtu siang hingga sore (16/11/19) di Aula Husni Kamil Malik KPU Kabupaten Bantaeng.

“Energi ini semakin bangkit di dalam tubuh adik-adik dan kami sebagai Pembina. Mudah-mudahan 4 sekolah pilot ini bisa sukses kita kawal”, ujarnya.

Dia yang juga adalah Pembina Aliansi Pemuda Ulu Ere itu membeberkan satu hal penting bahwa Duta Lilin dan KBK sudah dilirik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Insya Allah dalam waktu dekat akan dilaksanakan Grand Launching Duta Lilin.

“Jadi Bapak Gubernur SulSel, HM Nurdin Abdullah tertarik menjadikan KBK dengan Duta Lilin-nya sebagai kegiatan tingkat provinsi. Kalau Grand Launching Duta Lilin, Saya sepakat teman-teman kita gelar tanggal 23 November 2019”, pungkasnya.

Pertemuan di KPU Bantaeng rupanya berlanjut di Sekretariat Bonthain Institute yang juga Toko Boetta Ilmoe di Jalan Dr Ratulangi Bantaeng sekitar pukul 18:00 hingga 23:00 Wita. Tampak memimpin rapat persiapan yakni Rahman Ramlan selaku Direktur Bonthain Institute, Grand Launching sedianya akan dipusatkan di SMA Negeri 1 Bantaeng dengan menghadirkan Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin.

Read:  Wabup Bantaeng Optimis Perubahan APBD 2019 Mampu Maksimalkan PAD

Tutur hadir diantaranya CEO Bonthain Institute, Sulhan Yusuf, Pembina KBK, Takdir, Ahmad Ismail dan Jamal serta beberapa pegiat literasi yakni Hamzar selaku Ketua KPU Kabupaten Bantaeng, Mahbub Ali Muhyar selaku Kasubag Hukum KPU Kabupaten Bantaeng dan Abdul Azis selaku Manager AMBAE.

Ditambahkan Sulhan Yusuf bahwa gerakan literasi di Kabupaten Bantaeng telah mengarah pada Masyarakat Literasi. Iru berarti semakin banyak kegiatan bernuansa literasi seperti pembuatan buku dan penerbitan buku, launching buku, seminar, pelatihan, lapak baca dan bedah buku.

“Mendukung Bantaeng menuju Kabupaten Literasi, tentu kita semakin menggiatkan lagi kawan-kawan untuk masuk ke kedalaman. Beda diawal gerakan literasi di Bantaeng, umumnya memantik untuk berliterasi, sekarang saatnya lebih menggaung lagi”, kata Sulhan.

Penulis botak yang menjadi Suhu bagi pegiat literasi di Bantaeng hingga SulSel itu berharap Duta Lilin segera bekerja merealisasikan PINUS (Program Inovasi Untuk Sekolah) yang menjadi Proyek Perubahan (Proper) dari 4 sekolah yang menjadi cikal bakal saat ini.

Read:  Apam Tembem Warnai Moment Ramadhan

Masing-masing adalah SMA Negeri 1 Bantaeng, SMA Negeri 2 Bantaeng, SMA Negeri 3 Bantaeng dan MA Muhammadiyah Panaikang. Meskipun dalam proses rekruitmen di KBK Jilid III semua sekolah diundang, namun yang lainnya terkesan acuh tak acuh.

Sulhan sekali lagi menegaskan bahwa Duta Lilin, KBK, Aliansi Pemuda Ulu Ere serta Bantaeng dengan literasinya, secara tidak langsung telah menggoda banyak pihak terlibat didalamnya untuk mengambil peran aktif, sebut saja Pemprov SulSel. (*)

Read:  Dipicu Kekerasan di Makassar, Jurnalis Geruduk Polres Bantaeng