Berangkat Dari Ide Gila, KBK III Lahirkan Duta Literasi Lingkungan

Kemah Buku Kebangsaan Jilid III lahirkan Duta Lilin.
Jumaris (kiri) dan Rahman (ketiga dari kiri) mengikuti Pembukaan Kemah Buku Kebangsaan Jilid III (26/10/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Mengawali puncak KBK (Kemah Buku Kebangsaan) Jilid III Tahun 2019, Rahman selaku Pembina kegiatan tampil menguraikan Selayang Pandang terkait proses KBK yang dirintis kemudian dihelat menjadi nyata oleh Aliansi Pemuda Ulu Ere.

Rahman mengatakan bahwa ide gila yang membuat KBK ini muncul serta dapat dirasakan ratusan bahkan ribuan pemuda lainnya, baik yang ada di Bantaeng maupun luar daerah. Saking gilanya, KBK tidak hanya menjadi seremonial semata.

Banyak hal bisa diperoleh dengan mengikuti kegiatan yang dilangsungkan di Trans Muntea, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere tersebut. Narasumber dari berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman serta bidang pekerjaan disiapkan untuk berbagi bersama ratusan peserta.

“KBK ini bisa ada karena kerja keras dan kerja cerdas. Banyak ide dan gagasan gila hingga KBK ini dapat terbangun dengan baik”, pungkasnya pada Pembukaan KBK Jilid III, Sabtu (26/10/19).

Lahirlah Duta Literasi Lingkungan (Lilin) yang direkrut dari kalangan pelajar. Mereka diharapkan dapat menjadi teladan di lingkungan sekolahnya serta di Bantaeng pada umumnya.

“Kami harap Duta ini kedepan menebarkan virus positif di sekolahnya. Melestarikan lingkungan dan meningkatkan literasi di sekolah hingga merambah ke lingkungan lebih luas”, harap Rahman.

Kembali dijelaskan bahwa perkembangan di desa tetap terjadi dan diikuti para pemuda di Kecamatan Ulu Ere. Sekalipun kata Rahman, dia dan rekannya berada di kampung nun jauh dari hiruk pikuk kehidupan dan keramaian kota.

“Perkembangan itu tetap terjadi meskipun kami berada di kampung. Konsep gotong royong yang melandasi KBK sepatutnya dipertahankan, dilestarikan serta dijalankan dalam kehidupan para pemuda dimanapun kapan pun itu”, turutnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Rahman memompa semangat panitia KBK dan Duta Lilin jika di masa mendatang akan bertabur kegiatan yang lebih menarik dengan konsep sama yakni gotong royong.

Read:  Remaja Lantebung Takbiran Tengah Malam, Memang Lebaran Kapankah?

Sejalan itu, Jumaris yang dimandat sebagai Master of Ceremony (MC) menerangkan jika Duta Pinus telah melalui serangkaian pembekalan selama 2 hari (19-20 Oktober 2019).

“Duta Lilin ini telah dibekali beragam pengetahuan pada tanggal 19 sampai dengan 20 Oktober 2019. Memiliki PINUS yakni Program INovasi Untuk Sekolah)”, tegasnya.

Duta Lilin kemudian dinyatakan resmi mulai bekerja hari itu. Ditandai penyematan pin oleh Ketua DPRD Bantaeng, Hamsyah Ahmad kepada sedikitnya 7 orang Duta Lilin. (*)

Read:  Selama Sehari Duta Lilin Libatkan OPD Bantaeng Menyusun Rencana Aksi Perubahan