
Demikian pula S di kesempatan lain mendampingi Ani mengikuti serangkaian kegiatan kekasihnya. Seolah tak bisa lepas satu sama lain.
Namun lagi-lagi Ani harus pulang. Berbeda tentunya jika kepulangannya itu hanya sementara denga jarak tak jauh.
Kesedihan dan kerinduan dapat terobati kembali keesokan harinya ataupun lewat komunikasi telepon. Sungguh mengiris dan menyayat hati S harus kehilangan Ani gang dicintainya.
Tak hanya dia, segenap masyarakat Indonesia pun merasa kehilangan dengan sosok perempuan yang supel itu. Dia tokoh yang terkenal di negeri ini, selalu dirindu kehadirannya menyapa masyarakat.
Di sebuah daerah yakni Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan di hari yang sama sekitar pukul 09:00 sampai pukul 12:00 Wita turunlah hujan begitu deras mengguyur. Saking derasnya, jarak pandang hanya berkisar 3-5 meter.
Berucaplah seorang warga, bisa jadi inilah tangisan Ani yang mau tidak mau harus meninggalkan S dan kita semua. Ani telah pulang dengan tenang, kita yang ditinggal belum tentu setenang itu saat pulang.
Semoga saja kita kembali dengan ketenangan yang sama, dirindu sama halnya dengan Ani. Lalu dikenang seperti kebaikan-kebaikan yang ditinggalkan Ani. (*)
