Indra mengajak masyarakat yang menanti libur lebaran Idul Fitri untuk memasukkan Upin Ipin dalam daftar film yang sangat cocok ditonton selama 5 hari. Disamping film lain kata dia, film animasi itu tidak boleh dilewatkan dan diabaikan.
“Bagi Saya, Upin Ipin lebih mendidik dibanding film lain khususnya yang bergenre animasi kartun”, imbuhnya.
Film jebolan negeri jiran itu layak ditonton keluarga. Menurutnya tak hanya anak-anak saja yang menontonnya, kalangan remaja dan dewasa pun turut menonton, bahkan diduga olehnya sudah menjadi sasaran dari manajemen film tersebut.
“Kalau nonton mi anakku, pasti nonton mak juga (Kalau anakku menonton, pasti Saya juga ikut menonton). Coba mi tidak menonton ka, anakku memanggil dan memaksa (Coba saja Saya tidak nonton, anakku memanggil dan memaksa)”, ungkap Indra dengan logat khas Bantaeng.
Kerap kali kata dia, disaat anaknya menonton Upin Ipin, dipanggilnya dia untuk ikut menonton. Kalau perlu katanya sesekali si anak mencoba mencari pembenaran mengenai satu adegan dan Indra pun mau tidak mau harus larut ke dalam perbincangan antara anak dan papak serta rentetan adegan demi adegan.
“Banyak bercerita tentang keagamaan yang dipertontonkan Upin Ipin. Ada cerita tentang saling menolong, seperti bagaimana tata cara memasuki Masjid”, ujarnya.
