Rest Area Bantaeng Segera Terapkan Konsep Michi-no-Eki Jepang

Kunjungan Gubernur SulSel.
Gubernur SulSel, HM Nurdin Abdullah meninjau produk yang dipasarkan di Rest Area Bantaeng.

Bahkan orang luar negeri mengakui jika Indonesia adalah pasar empuk untuk mengadu nasib di sektor perekonomian. Untuk itu Rest Area dapat mengakomodir kebutuhan petani.

Lebih jauh dia mengarahkan Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk bisa menyiapkan pasar dan terminal sayur atau buah di Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Ulu Ere dengan konsep sama di Rest Area Bantaeng. Menurutnya wisatawan akan senang berkunjung kalau tersedia oleh-oleh memadai untuk dibawa pulang.

“Tidak banyak daerah penghasil sayur dan buah potensial seperti Bantaeng. Beberapa daerah lainnya seperti Enrekang, Gowa dan Sinjai, kenapa tidak Bantaeng menjadi contoh”, ujarnya.

Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin yang menerima kunjungan itu mencoba meyakinkan orang nomor satu di SulSel itu bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin menyiapkan Rest Area Bantaeng sebagai pilot project di SulSel. Tentu dengan bimbingan Gubernur SulSel dan seluruh pimpinan OPD Pemprov SulSel.

“Kami harap bimbingan dan masukannya terhadap pengembangan Rest Area Bantaeng menjadi lebih baik lagi di masa mendatang”, tuturnya.

Di kesempatan sama NA memboyong Konsulat Jenderal Jepang, Miyakawa, Ministry of Land Assistant Director, Infrastructure and Transport, Odagiri Kiyoshi dan Shoici Watanabe, Embassy of Japan in Indonesia, Tanaka Toshiyuki, serta beberapa Kepala OPD dan Pimpinan Perbankan meninjau Rest Area Bantaeng serta Sentra Pengolahan Kopi Banyorang yang ada di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu.

Read:  Intens? Tidak Cukup Sebulan Nurdin Abdullah Kembali Sambangi Bantaeng

Menutup rangkaian kunjungannya, NA menegaskan akan membawa serta Bupati Bantaeng bersama Kepala Daerah lain di SulSel untuk melihat langsung penerapan konsep Michi-no-Eki di Jepang. (*)