Dekranasda Bantaeng Pandu Ibu-ibu Teknik Mengemas Produk Berkualitas

Ketua Dekranasda Bantaeng (kedua dari kiri) sampaikan sambutannya pada Pembukaan Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Bahan Pangan Lokal.
Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Bahan Pangan Lokal di UPTD Sentra Pengolahan dan Rumah Kemasan Kabupaten Bantaeng (27/03/2019).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Didampingi Ketua GOW Kabupaten Bantaeng, Hj Rahmah Arsyad dan Ketua DWP Kabupaten Bantaeng, Vinka Nandakasih, Isteri Bupati Bantaeng, Hj Sri Dewi Yanti membuka secara resmi “Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Bahan Pangan Lokal” di UPTD Sentra Pengolahan dan Rumah Kemasan Kabupaten Bantaeng.

Tepatnya di Kompleks Pertanian, Jalan Dr Ratulangi, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng pada Rabu siang (27/03/19). Pembukaan singkat itu menandai dimulainya pelatihan yang dijadwalkan akan berlangsung hingga 3 hari mendatang (27-29 Maret 2019.

Sri yang tak lain adalah Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bantaeng menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya dengan adanya kegiatan yang diadakan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Bantaeng bekerja sama Dekranasda Kabupaten Bantaeng itu.

“Saya bersyukur bisa hadir dan membuka serta melihat langsung pelatihan ini, semoga seluruh peserta bisa menimba ilmu sebesar-besarnya untuk diterapkan minimal di rumahnya”, ujarnya.

Selama pelatihan peserta yang seluruhnya dari kalangan Ibu-ibu dipandu oleh M, Oskar selaku narasumber. Materinya berupa Pengenalan legalitas usaha serta produk berdaya saing, Teknik pengemasan produk yang berkualitas, Pembuatan aneka roti dan donut serta Pembuatan kue nastar dengan selai buah naga, durian dan nenas.

Read:  PKK SulSel ke Pulau Membawa Beragam Keterampilan

Di hari yang sama, Sri menuturkan telah membuka kegiatan Pelatihan Kader Posyandu Binaan TP PKK Kabupaten Bantaeng di Ruang Pertemuan Lantai 8 RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu Bantaeng.

Berlanjut menghadiri Musrenbang RKPD tahun 2020 yang dilaksanakan Pemkab Bantaeng di Gedung Balai Kartini Bantaeng. Membuatnya lebih bersyukur dan senang karena didalamnya melibatkan komponen perempuan sebagai peserta. (*)