Tokoh Perempuan dan pelajar perempuan warnai Seminar Keperempuanan yang dihelat HPMB.

Ketua HPMB Sebut Perempuan Bukan Cuma Pekerja Dapur, Sumur dan Kasur

Bantaeng, Kamis (21/02). Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) melalui Pengurus Komisariat Unismuh (Universitas Muhammadiyah) Makassar menggelar Seminar Keperempuanan dengan tema “Kolaborasi Peran Semua Elemen Melahirkan Perempuan Tangguh Guna Mewujudkan Cita-cita Kartini”.

Dikatakan Ardiansyah selaku Ketua Umum PP-HPMB bahwa seminar itu sebagai upaya memberi pemahaman kepada sejumlah pelajar SMA dan sederajat se-Kabupaten Bantaeng yang hadir di Gedung PGRI Bantaeng di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng akan peran perempuan secara luas.

Read:  Rest Area Bantaeng Segera Terapkan Konsep Michi-no-Eki Jepang

“Perempuan itu bukan cuma di dapur, sumur dan kasur saja kerjanya, tapi punya peran setara dengan laki-laki”, jelasnya.

Menurut Ardi saat membuka seminar, perempuan dan laki-laki punya derajat yang sama dan tidak boleh ada pembedaan dalam melakukan serangkaian aktifitas di bidangnya masing-masing.

Sementara Ketua Komisariat Unismuh HPMB, Suardi berdalih jika kegiatan yang dilaksanakan Kamis pagi, 21 Februari 2019 itu dalam rangka pertanggung jawaban pihaknya kepada PP-HPMB.

Read:  Wabup Sahabuddin Tandem Karim Bagada Bersafari Ramadhan di Kecamatan Sinoa

“Ini salah satu program kerja kami di Komisariat Unismuh Makassar selama satu periode kepengurusan”, ungkap dia.

Seminar itu menghadirkan 2 Tokoh Perempuan sebagai Narasumber, masing-masing Kasi Pemberdayaan Perempuan dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan pada Dinas PMDPPPA Kabupaten Bantaeng, Mardia Muttalib dan Kanit PPA Polres Bantaeng, Roslina.

Mardia berharap agar perempuan bisa bersaing dengan laki-laki. Dia menuturkan bahwa kesetaraan gender penting dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga.

Read:  Bantaeng Pertama Gunakan Aplikasi Pendidikan C-Smart Dari Telkomsel

Sedikit berbeda dengan Roslina yang fokus mengarahkan perempuan di daerah ini untuk senantiasa menjaga diri terhadap setiap ancaman. Dikatakan jika ada orang yang dikenal dikenal patutlah diwaspadai untuk mengantisipasi munculnya kejahatan dan kekerasan sebagai upaya menjaga diri. (*)