Disamping Event Olahraga, South Celebes Overland 2022 IOF Promosikan Destinasi Wisata

 

Pelepasan off-roader SCO 2022 IOF.
Keempat dari kanan, Muhammad Jufri saat melepas off-roader di Monumen Mandala Makassar (16/06/22).

AMBAE.co.idMakassar. Pengurus Daerah Indonesia Offroad Federation Provinsi Sulawesi Selatan (Pengda IOF Sulsel) menggelar South Celebes Overland (SCO) 2022 selama 4 hari, 16 hingga 19 Juni 2022. Diikuti sedikitnya 170 off-roader yang tersebar di Sulsel, seperti disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulsel, Muhammad Jufri.

“Diikuti sekitar 170 mobil, kalau setiap mobil ada 3 orang, berarti sudah 300 orang. Kalau 300 ini mengabadikan dengan foto atau video dari destinasi yang disinggahi, pasti pariwisata kita akan dikenal dimana-mana,” tegas Jufri yang juga adalah Ketua Panitia SCO 2022 IOF.

Dia mengajak off-roader mempromosikan destinasi wisata melalui kegiatan SCO. Sehingga kepariwisataan di Sulsel akan semakin bangkit, potensi pariwisata bisa lebih dikenal untuk kemudian dikunjungi para wisatawan.

Off-roader bakal menjajal sejumlah destinasi wisata di 5 Kabupaten dan Kota di Sulsel yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, Barru, Pinrang, dan Toraja Utara. Meski begitu, Jufri menyebut sejatinya ada 9 daerah yang dilalui selama event.

“Dalam hitungan Saya, sampai finish di Toraja Utara akan melewati 9 Kabupaten dan Kota. Meskipun disini tercatat 5, tapi sesungguhnya itu 9 karena tidak mungkin melewati Pangkep. Setelah Maros, Pangkep dulu baru masuk Barru toh,” kata dia, Kamis (16/06/22) di Pelataran Monumen Mandala, Kota Makassar.

Jufri menyebut, destinasi wisata yang akan disinggahi merupakan destinasi wisata unggulan. Guna memanjakan para off-roader, dia telah meyakinkan jika para Kepala Dinas Kebudayaan maupun Kepala Dinas Pariwisata di Kabupaten/Kota akan memberikan layanan maksimal saat bertandang di daerahnya.

“Inshaa Allah di setiap titik yang akan Bapak/Ibu singgahi, disana sudah ada teman-teman kita Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten/Kota yang akan mengawal dan membahagiakan Bapak/Ibu di setiap lokasi,” tutur Prof Jufri.

Adi Rasyid Ali selaku Ketua Pengda IOF Sulsel mengatakan, SCO 2022 IOF bukanlah ajang balapan. Peserta ditantang membuat konten video reel, kemudian meng-uplod ke akun media sosialnya.

“Jadi setiap peserta ini, siapa me-reel video, mengeksplor video wisata itu, siapa yang me-like lebih banyak, atau subscribe, maka akan dapatkan hadiah doorprize,” ujar Adi.

Hadiah berupa 1 unit sepeda motor menanti pemenang video reel. Ditambah 4 unit sepeda dan beberapa hadiah menarik lainnya.

Read:  Bantaeng Pertama Gunakan Aplikasi Pendidikan C-Smart Dari Telkomsel

Kepada Prof Jufri, Adi berharap SCO dapat berkelanjutan. Fokus kegiatan itu dalam rangka mengeksplor destinasi wisata di Sulsel, namun tetap tidak mengabaikan keselamatan dalam berkendara.

“Peserta ini, semoga jangan lupa safety, no compromise, kita tidak untuk balap-balap. Event ini overland, ada event extreme, kali ini overland,” jelasnya.

Pariwisata akan terus bangkit dan tumbuh jika terjadi sinergitas. Seperti halnya Pengda IOF Sulsel yang bersinergi Disbudpar Sulsel menyukseskan event SCO 2022

“Saya yakin di bawah kepemimpinan pak Kadis, Bapak Professor Doktor Muhammad Jufri, pak Prof, Saya yakin pariwisata akan semakin bangkit, 2 kali tambah baik,” sanjung Adi, disambut tepuk tangan tetamu dan peserta SCO 2022 IOF.

Sementara Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejateraan, Sekretariat Daerah Pemprov Sulsel, HM Ichsan Mustari yang mewakili Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan ada dua ciri kegiatan offroad. Dengan off-road, diharapkan ke depan akan kembali semarak kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak sejak stagnannya kegiatan berkerumun selama Pandemi COVID-19.

“Pertama, offroader ini menyelesaikan masalah dengan mencari masalah (tantangan) karena keenakan offroad ini mencari tantangan. Yang kedua, kegiatan Bapak/Ibu ini salah satu kegiatan yang meningkatkan endorfin,” pungkasnya.

Kegiatan off-road bukanlah sekedar olahraga. Ada sisi kemanusiaan yang membuat para off-roader patut diacungi jempol, terutama kata Ichsan saat terjadi bencana.

“Bagi kami, offroad ini bukan hanya sebatas olahraga, tapi juga bermanfaat sosial. Seperti membawa bantuan ke daerah-daerah bencana, Saya kira Inshaa Allah seperti itu kegiatannya, mari kita berbagi. Dan Alhamdulillah kegiatan SCO ini juga memberikan kegiatan sosial,” terangnya, sesaat sebelum melepas off-roader.

Perekonomian di Sulsel disebutnya sebagai ekonomi berkerumun. Bahwa kegiatan-kegiatan yang dihadiri banyak orang, berpotensi memberikan dampak ekonomi yang positif ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Perlu kita ketahui, terutama di Sulsel ini, pergerakan ekonomi itu pak bisa jalan kalau berkerumun, ekonomi berkerumun kita. Mudah-mudahan dengan offroad ini kita mulai berkerumun kembali untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dimana kita akan singgah nantinya,” kunci mantan Kadis Kesehatan Sulsel itu.

Ichsan berharap off-roader menjadi role model bagi masyarakat pada umumnya dalam upaya mempromosikan destinasi wisata. Demikian halnya, teladan dalam berkendara sekaligus sebagai duta lalu lintas. (*)