Gedung MULO Kembali Ramai Apel Pagi

 

Pelaksanaan Apel Pagi perdana selama Pandemi COVID-19.
Amanat Pemimpin Apel pada Apel Pagi perdana di lingkungan Disbudpar Sulsel (03/01/22).

AMBAE.co.idMakassar. Mengawali tahun 2022, lebih tepatnya awal hari kerja di penanggalan 3 Januari 2022, jajaran Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Disbudpar Sulsel) mengikuti Apel Pagi di Halaman Kantor yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 23, Kelurahan Mangkura, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) bersama-sama dengan Non ASN mengikuti Apel Pagi selama kurang lebih 15 menit. Apel Pagi dipimpin Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya, Andi Hasnul Hasanuddin.

Peserta Apel Pagi tampak antusias, halaman kantor itu tampak ramai beberapa menit sebelum dimulainya apel perdana. Diketahui kegiatan serupa terhenti dalam waktu cukup lama gegara Pandemi COVID-19 yang menyerang dunia internasional.

Melahirkan kebijakan-kebijakan baru termasuk kaitannya dengan kepegawaian, di antaranya meniadakan Upacara dan Apel Pagi untuk sementara waktu. Diganti dengan upacara secara virtual dengan pembatasan-pembatasan dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Read:  Gubernur Sulawesi Selatan Dijadwalkan Buka Jambore PKB dan PLKB 2019

Lantas, Apel Pagi ini juga ditekankan untuk tidak mengabaikan prokes berstandar COVID-19. Sebagaimana diamanatkan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melalui Surat bernomor 005/7600/BKD, tanggal 31 Desember 2021, Perihal Undangan Apel Pagi yang dicap dan ditanda tangani Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat.

“Pelaksanaan Apel Pagi tersebut, tetap memperhatikan Protokol Kesehatan,” demikian dikutip dari surat itu.

Adapun point penting di dalamnya, bahwa seluruh PNS (Pegawai Negeri Sipil) diharapkan mengikuti Apel Pagi. Terutama Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Kepala Unit Kerja, Staf Ahli, dan Asisten mengikuti Apel Pagi di Kantor Gubernur Sulsel bersama jajaran yang berkantor di tempat itu, sedangkan yang lainnya di kantor masing-masing.

Muhammad Jufri selaku Kadisbudpar Sulsel pada Apel Pagi perdana itu juga turut hadir di Lapangan Kantor Gubernur Sulsel. Inspektur Upacara diambil alih langsung oleh Plt Gubernur Sulsel.

Read:  Nurdin Abdullah Salurkan Bantuan Sejumlah Donatur ke Pemkab Selayar

Dikatakan Jufri, Apel Pagi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulsel untuk meningkatkan kedisiplinan para PNS. Namun begitu, Non ASN pun menjadi target dengan harapan terjalin kebersamaan dan sinergitas dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab keseharian di lingkungan kerjanya.

“Alhamdulillah pagi ini, tadi ya Saya di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan mengikuti Apel Pagi bersama teman-teman Kepala Dinas dan pejabat lainnya dan juga ASN yang ada di sana. Di tempat ini juga, berlangsung Apel Pagi yang pertama selama Pandemi COVID-19 ini,” jelas Jufri di Gedung MULO, Kota Makassar, Senin (03/01/22).

Ditambahkan Professor dengan latar pendidikan Psikologi itu, Apel Pagi juga diikuti dengan pengawasan yang cukup ketat melalui Sub Bagian Kepegawaian. Absensi khusus disiapkan untuk mengetahui siapa saja yang mengikuti Apel Pagi.

Read:  Peringatan Hari Ibu 91, Ilham Azikin dan Sri Dewi Yanti Dikejutkan Mantan Ketua PKK Era 98

Di samping absensi yang memanfaatkan teknologi berbasis Face Recognition (pengenalan wajah). Sistem absensi itu kata Jufri telah diterapkan sejak lama menggantikan metode fingerprint.

Dirinya berharap ada peningkatan kualitas kedisiplinan dari waktu ke waktu. Tentu kata dia, akan dilakukan evaluasi untuk mengukur hasilnya, termasuk dampaknya terhadap peningkatan kinerja.

“Pasti dievaluasi. Jangan lupa, dengan begini, kita juga saling bersilaturahmi satu sama lain, cukup lama kita dengan virtual,” kata Jufri.

Harapan lainnya, tidak menimbulkan klaster baru akibat Apel Pagi secara offline yang melibatkan banyak orang. Karena itu, Mantan Kadisdik (Dinas Pendidikan) Sulsel itu menghimbau jajarannya agar tetap menerapkan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas. (*)