Upacara Virtual HUT RI 76, Pejabat DisBudPar SulSel Tak Lupakan Kearifan Lokal

 

Peringatan HUT RI 76.
Bruno S Rantetana (kenakan sarung putih di tengah) foto bersama Pejabat Eselon III dan IV usai upacara virtual HUT RI 76 (17/08/21).

AMBAE.co.idMakassar. Bruno S Rantetana dimandat mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (DisBudPar SulSel) mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2021. Bertempat di Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 23 Kota Makassar, yang mana digelar virtual.

Uniknya, Bruno mengenakan pakaian adat Toraja. Kostum ala putih-putih pada bagian atas (baju) dan bagian bawah berupa sarung tenun ditambah ikat kepala berhasil menarik perhatian Pejabat lainnya di lingkungan DisBudPar SulSel.

Penggunaan sarung tenun sekaligus menjadi penanda status kebangsawanan orang yang memakainya. Bruno diketahui salah seorang putera Toraja yang saat ini menjabat Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata (PSDP) DisBudPar SulSel.

Read:  Perkuat Data Koleksi Museum Karaeng Pattingalloang, DisBudPar SulSel Gelar FGD Sehari

Dalam pernyataannya, dia menyebutkan pakaian adat merupakan identitas etnis yang tidak boleh ditinggalkan dan diabaikan. Justru bagian kearifan lokal itu harus dilestarikan dengan ikut memakai serta membiasakan penggunaannya dalam berbagai kesempatan.

“Jangan malu memakai baju adat, pakaian adat. Kita boleh bicara kearifan lokal kesana kemari, tapi mulailah dari diri kita dulu, caranya kita pakai pakaian adat, apalagi untum acara besar dan ini kan tidak dilarang”, tegas Bruno.

Lagi-lagi menyita perhatian sejumlah pejabat, Bruno diberi posisi utama saat foto bersama usai upacara dilangsungkan. Hadir terbatas di lokasi virtual karena pembatasan dan penerapan protokol kesehatan yakni para Pejabat Eselon III dan IV.

Read:  KPU Bantaeng Bincangkan Buku Para Relasi

Sementara Kepala DisBudPar SulSel, Denny Irawan Saardi dan Sekretaris DisBudPar SulSel, Kemal Redindo Syahrul Putra hadir langsung mengikuti upacara secara offline. Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) di Rumah Jabatan Gubernur SulSel yakni Plt Gubernur SulSel, Andi Sudirman Sulaiman.

Lanjut disampaikan Bruno, penggunaan pakaian adat berkesinambungan dan simultan oleh khalayak ramai mampu membangkitkan dunia usaha. Betapa tidak, konveksi bisa kebanjiran pesanan, berjejal dijual di toko yang kemudian semakin diminati wisatawan dan juga pelancong.

“Mulai hulu ke hilir, jika kita budayakan memakai pakaian adat, Saya yakin sektor Ekonomi Kreatif akan meningkat. Paling tidak kan, kita mulai memberi contoh, hari besar dan bersejarah hari ini Saya bangga memakai pakaian adat Toraja”, tuturnya.

Selaian Toraja, SulSel dihuni etnis Makassar, Bugis dan Mandar. Sejalan tema Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-67 tahun ini “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, Bruno berharap pakaian adat terus digalakkan dan dibudayakan.

Read:  DisBudPar SulSel Launching FanPages Bertepatan Peringatan Konvensi Bern

Pada kesempatan berikutnya, dia bersama sekira 25 Pejabat lainnya kembali mengikuti upacara melalui Zoom Cloud Meeting langsung dari Istana Merdeka. Setidaknya 4 upacara diikutinya dengan tetap berpakaian sama.

Dua upacara lainnya yakni upacara offline HUT RI ke-67 dengan internal jajaran DisBudPar SulSel, Bruno bertindak selaku Irup. Terakhir, upacara virtual Penganugerahan Satya Lancana Kepariwisataan yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (*)