Ngaku Cinta Nurdin Abdullah, Komunitas NA Berbagi ke Penjual Poteng

 

Jum'at Berbagi Gabungan Komunitas Cinta Nurdin Abdullah.
GKCNA membagikan nasi kotak di ruas jalan protokol Bantaeng (13/08/21).

AMBAE.co.idBantaeng. Jum’at Berkah ataupun Jum’at Berbagi, sebutan yang diadopsi Gabungan Komunitas Cinta NA (GKCNA) pada kegiatan yang dihelat Jum’at siang (13/08/21). Mereka membagikan paket makanan kepada masyarakat Bantaeng di jalan-jalan protokol.

Seperti halnya Penjual Poteng (tape), Tukang Becak dan Petugas Kebersihan yang sedang beraktifitas. Terlihat dari pantauan di salah satu titik, nasi kotak dibagikan beserta air mineral.

Andi Wilyam mengatakan, kegiatan itu sebagai bentuk kecintaan dirinya bersama seluruh rekannya terhadap sang Professor mantan Bupati Bantaeng 2 periode (2008-2013 dan 2013-2018) yakni Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr. Ke depan akan terus digiatkan dengan harapan menghadirkan kebiasaan lama yang ditinggalkan sang Professor.

“Ya, ini kecintaan kami kepada pak Prof, beliau sangat dermawan dengan memperhatikan sesama kita kalangan menengah ke bawah. 10 tahun memimpin Bantaeng itu, pak Nurdin Abdullah terkenal sangat dekat sekali rakyatnya karena selalu memberikan sesuatu yang bermanfaat, bukan cuma makanan, minuman, pak Prof sering membantu orang yang mau menikah (uang panai/mahar) dan kebutuhan lainnya”, kata Wilyam selaku Koordinator GKCNA.

Paket makanan itu disiapkan sukarela, namun tetap membuka ruang di kesempatan berikutnya bagi para donatur demi kecintaan mendalam kepada Nurdin Abdullah. Wilyam berdalih, kegiatan bernilai positif dan mengusung sosial kemanusiaan, bagian tak terpisahkan dari harapan kebebasan Nurdin Abdullah dapat terlepas dari segala permasalahan yang dialami.

Read:  Nurdin Abdullah Paparkan 5 Misi Pemprov SulSel Tahun 2021

Hingga kini, dia yang dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Selatan (SulSel) di tahun 2018 itu sedang menjalani proses hukum atas kasus dugaan gratifikasi. Telah melalui 4 kali masa persidangan di Pengadilan Negeri SulSel.

Alhasil, mulai tampak tanda-tanda kebebasan sang Professor. Dari seluruh saksi yang dihadirkan tidak menyatakan hal memberatkannya.

“Jumat Berbagi Gabungan Komunitas Cinta Bapak Prof Nurdin Abdullah ini ujuan utamanya untuk membantu mendo’akan selalu Bapak Prof Nurdin Abdullah agar secepatnya lepas dari jeratan hukum. Semoga Bapak Prof Nurdin Abdullah beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan dan keberkahan dimanapun berada”, terang Wilyam.

Kegiatan Jum’at Berbagi bentuk lain untuk mendukung sepenuh hati Nurdin Abdullah bisa kembali memimpin Provinsi SulSel sebagai Gubernur SulSel yang aktif. Sementara pihak lainnya melakukan Dzikir dan Do’a Bersama setiap minggunya.

Read:  Selama Pandemi, Guru di Bantaeng Dihimbau Tarik Tunai Gaji Sesuai Jadwal

Termasuk GKCNA menyatu dengan unsur masyarakat mengikuti Dzikir dan Do’a Bersama. Setidaknya tiap Rabu sore, Rabu malam, Kamis pagi dan Kamis malam.

Senada diungkapkan Baco, seorang Tukang Becak yang kerap mengikuti kegiatan spiritual itu. Kepada AMBAE mengaku bisa ikut serta sercara virtual melalui siaran bersama tetangganya.

“Itu dekat rumah, di HPnya ada siaran langsung dzikir. Saya ikut juga, biasanya malam Kamis, banyak kulihat ikut dzikir, ada juga Ibu Gubernur (Red: Ir. Hj. Liestiaty F. Nurdin, M.Fish)”, tuturnya.

Di samping virtual, secara offline juga digelar terbatas di berbagai tempat dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Di antaranya di kediaman pribadi Nurdin Abdullah di Jalan Lingkar Barat, Lingkungan Be’lang, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. (*)