Pengrajin Gerabah Takalar akan Dikirim Belajar ke Jawa

Pengrajin Gerabah Takalar.
Liestiaty F Nurdin (tengah) menyerahkan bantuan peralatan kepada Sentra Industri Gerabah Melati Pa’batangan Takalar (27/10/20).

AMBAE.co.id – Takalar. Kabar gembira bagi para Pengrajin gerabah yang ada di Kabupaten Takalar. Utamanya mereka yang telah mengikuti pelatihan teknik dasar industri gerabah selama 3 hari (26-28 Oktober 2020) yang dipusatkan di Hotel Grand Kalampa, Kabupaten Takalar.

Pasalnya mereka akan dikirim mengikuti pelatihan lanjutan selama sebulan penuh di wilayah Pulau Jawa dalam waktu dekat. Tepatnya di Kota Yogyakarta, seperti disampaikan Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel), Hj Liestiaty F Nurdin saat membuka BIMTEK Industri Kerajinan Gerabah.

“Tahun depan kita kirim yang terbaik dari sini, 10 orang ke Yogyakarta tinggal sebulan di sana. Lebih spesial lagi dilatih, itu semua dibiayai oleh provinsi”, tegas Lies pada Selasa (27/10/20).

Di hadapan para Pengrajin gerabah Takalar, dirinya berharap agar waktu sebulan itu dimanfaatkan dengan optimal. Ditambahkan bahwa untuk biaya hidup seperti makan dan minum akan dibiayai sepenuhnya.

Read:  Aksi Solidaritas Jurnalis Minta Bupati Copot Oknum ASN Sinjai

Demikian halnya penginapan telah disiapkan. Bahkan Lies mewanti-wanti Kepala Dinas Perindustrian SulSel, Ahmadi supaya menyiapkan pula uang saku alakadarnya untuk 10 orang.

Hanya saja, Lies tidak mengharapkan adanya permintaan gaji. Itu gaya lama kata dia, diberangkatkan belajar dengan gratis justru berharap lebih, sementara target program itu bagaimana meningkatkan industri gerabah di Takalar bisa bersaing dengan daerah lain di Indonesia pada khususnya.

“Saya tidak mau mendengar, mana gajinya bu? berapa gajinya? Jangan menuntut, jadi tugasnya Bapak ke sana adalah belajar, kita kasi ilmu, urusan biaya sampai pulang kami yang siapkan semua”, imbuhnya.

Untuk menentukan siapa saja yang berangkat, dia menyerahkan penilaian kepada Kepala Dinas Perindustrian SulSel serta Sukanadi, Ahli Gerabah yang didatangkan langsung dari Yogyakarta pada BIMTEK itu. Targetnya harus ada 10 orang yang memenuhi syarat.

“Dari pelatihan 3 hari ini, tolong pak Kadis dan pak Sukanadi dilihat siapa yang punya potensi bagus. Namanya dicatat, orang yang serius karena kami mengirim orang-orang yang benar-benar berkualitas”, ujar dia.

Menakjubkan kata Lies, baru sehari mengikuti pelatihan sudah ada hasil dan begitu luar biasa dibanding hasil gerabah sebelumnya. Pihaknya ingin agar produksi gerabah Takalar bisa merambah pasar nasional hingga internasional, jika bisa memenuhi harapan itu maka bisa diikutkan ke pameran di Dubai atau negara lainnya di masa mendatang.

“Tadi kita lihat, Masya Allah sudah sangat bagus, baru latihan satu hari. Jadi kita buka wawasan para Pengrajin ya, ini lho banyak bisa kita bikin”, jelasnya.

Mempertegas perhatian Dekranasda SulSel, melalui kerja sama Dinas Perindustrian SulSel, Isteri Gubernur SulSel (HM Nurdin Abdullah) itu menyerahkan bantuan peralatan industri gerabah kepada 2 Sentra Industri Kerajinan Gerabah yakni Umegah dan Melati Pa’batangan.

“Kita maunya, yang dibikin 10 tapi yang pesan mungkin 50 atau 100. Bukannya dibikin 10, yang pesan cuma 2, kan rugi”, kunci Lies. (*)