Dicatat pada Calendar of Events National 2020, Festival Salo Karajae Bakal Bergulir Meriah

Penyiapan event Festival Salo Karajae Parepare.
Ahmad Yusran dan Syamsuniar Malik (tengah) menerima rombongan DisPoRaPar Kota Parepare di STIC DisBudPar SulSel (29/09/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Jelang pelaksanaan Festival Salo Karajae di Kota Parepare, Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (DisPoRaPar) Kota Pare-pare kian memantapkan langkah. Pasalnya, tinggal menghitung hari, event di tanah kelahiran BJ Habibie itu segera bergulir, tepatnya tanggal 1 hingga 6 November 2020.

Untuk itu, tim yang dipimpin Kepala Bidang Promosi Kepariwisataan, DisPoRaPar Kota Parepare, Hj Andi Bau Rahmah menyambangi Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (DisBudPar) Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel). Tiada lain dalam rangka memberikan penegasan kepada OPD di provinsi itu bahwa Festival Salo Karajae siap dihelat selama seminggu.

“Kedatangan kami untuk melaporkan rencana pelaksanaan Festival Salo Karajae di Kota Parepare. Mudah-mudahan mendapat dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan”, jelas Rahmah.

Festival itu diyakini kembali meramaikan Tonrangeng River Side. Berangkat dari ide dasar event sebagai media untuk menghibur nelayan pasca melaut.

Read:  Jajaran DisBudPar SulSel Ikuti Pelatihan Virtual Tour

Sementara itu, Syamsuniar Malik selaku Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran didampingi Kepala Seksi Pembinaan dan Event DisBudPar SulSel, Ahmad Yusran menerima rombongan di Ruang STIC (South Sulawesi Tourism Information Center) pada Selasa (29/09/20). Turut menyambut yakni General Manager Geopark Maros Pangkep, Dedy Irfan.

Syamsuniar Malik menerangkan jika seluruh Kabupaten/Kota akan mendapat perlakuan sama dan adil dalam rangka mendukung kegiatan kepariwisataan pada khususnya. Tentu kata dia, supporting diberikan semaksimal mungkin menyesuaikan event yang digelar.

“Ya, Inshaa Allah semua kita perlakukan sama, 24 Kabupaten dan Kota. Kembali ke bentuk dan jenis eventnya seperti apa, tapi yang pasti Pemprov SulSel melalui DisBudPar sangat care dengan keaktifan daerah memajukan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, pak Prof Nurdin Abdullah”, pungkasnya.

Dia pun berharap agar event itu bisa semakin mengangkat nama Kota Parepare di kancah nasional. Sehingga SulSel pun serta merta muncul sebagai provinsi dengan sejumlah potensi pariwisata yang tak kalah hebatnya dengan daerah lain.

“Satu hal perlu kita antisipasi, event berskala besar seperti ini bisa terjadi pengumpulan massa, meski tidak direncanakan. Maka itu, protokol kesehatan itu penting, misalnya di gerbang masuk wajib tersedia fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)”, imbuh Syam.

Apalagi kata Syam, Festival Salo Karajae sudah tercatat resmi ke dalam Calendar of Events (CoE) National 2020. Tantangan terbesarnya, bagaimana mempertahankannya agar tetap menasional, bahkan bisa berkiprah ke skala internasional.

Read:  Kunjungi Gedung Mulo, Legislator Jeneponto Dicerahkan Pengembangan Pariwisata

Ditambahkan Yusran yang juga adalah Ketua GenPI (Generasi Pesona Indonesia), pemberdayaan masyarakat lokal diutamakan. Sama halnya dengan pelibatan Event Organizer (EO) agar memprioritaskan EO setempat.

“Kalau Pare-pare, Saya yakin dari segi kualitas, dekorasi dan sebagainya itu akan bagus. Untuk EO, sebaiknya kita berdayakan yang lokal, mereka memahami lebih dalam budaya ataupun kondisi yang harus disesuaikan dengan event kita ini”, tegas Purna Praja itu.

Di samping supporting event, DisBudPar SulSel juga tak henti-hentinya meningkatkan volume promosi kepariwisataan. Ditandai makin banyaknya content dibuat dan dipublikasikan melalui dunia digital sejak pandemi COVID-19 melanda hampir seluruh penjuru dunia. (*)