Rakor Bulan Maret 2020, Sri Dewi Yanti Tegaskan Peran Aktif Pengurus PKK Bantaeng

PKK Bantaeng gelar Rakor ketiga tahun 2020.
Ketua PKK Bantaeng menyampaikan sambutan pada Rakor ketiga tahun 2020 (10/03/20).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bantaeng kembali melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor). Adalah Rakor ketiga selama tajun 2020, dimana rutin digelar setiap bulannya.

Kegiatan itu ditempatkan di Gedung Balai Kartini Bantaeng. Diikuti Wakil Ketua I dan II PKK Kabupaten Bantaeng yakni Hj Rahmah Arsyad dan Vinka Nandakasih, seluruh pengurus Tingkat Kabupaten serta utusan PKK Tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan.

Hj Sri Dewi Yanti selaku Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng di kesempatan itu memberi penegasan agar para pengurus senantiasa bekerja maksimal. Menyusun program kerja pada Pokja (Kelompok Kerja) masing-masing lalu melaksanakannya sesuai target.

“Kepada Pengurus PKK yang baru supaya membentuk Program Kerja yang betul-betul bisa bersinergi dengan masyarakat dan OPD terkait. Saya tidak mau mendengar ada diantara anggota Pokja yang saling memprovokasi”, tegasnya.

Dia menerangkan pula bahwa di bulan Maret 2020, terjadi perubahan dalam struktur kepengurusannya. Hal itu dilakukan semata-mata untuk memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diharapkannya dapat membawa PKK Bantaeng lebih baik lagi ke depan.

“Jadi kalau ada anggotanya tidak hadir atau tidak aktif, bisa di-switch (ditukar) dengan yang lain. Kita harus bekerja dengan tulus, ikhlas dan penuh semangat bahwa apa yang kita lakukan akan bernilai ibadah di sisi Allah Swt”, tutur Sri.

Resuffle pengurus kata Sri lebih kepada penempatan sesuai porsinya. Satu diantaranya merupakan Isteri seorang Prajurit TNI, otomatis wajib dikeluarkan karena seharusnya menjadi Anggota Persit Kartika Chandra Kirana yang mana satu garis komando dengan PKK.

Read:  Bonto Tangnga Piloting Desa Anti Politik Uang, Bupati Bantaeng: Lilin Kecil Menerangi Demokrasi Indonesia

Pengurus lainnya dialihkan ke Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Bantaeng. Isteri Bupati Bantaeng itu menilai yang bersangkutan lebih cocok mengaplikasikan kreatifitasnya pada organisasi yang banyak bersentuhan dengan handycraft (kerajinan tangan) serta jenis kerajinan lainnya.

“Sekali lagi mari kita bersama-sama memberi kontribusi kepada daerah kita ini. Saya juga berharap Pokja I, II, III dan IV rutin mengikutkan anggotanya dalam setiap kegiatan”, pungkasnya.

Tentunya kata Sri, dirinya tidak berhenti begitu saja untuk terus mengevaluasi kinerja pengurus hingga tahun berikutnya. Terlebih di bulan Ramadhan mendatang, pihaknya akan banyak melakukan kunjungan ke desa dan kelurahan, bukan malah keluar daerah apalagi keluar negeri. (*)

Read:  Hari Kedua BIMTEK KLA SulSel, DPPPA Minta 10 Kabupaten Kota Paparkan RAD